Menteri KKP: Buka Kran Ekspor Benih Lobster, Tanamkan Semangat Budidaya

Menteri KKP, Edhy Prabowo saat memperlihatkan lobster kipas di BPBAP Situbondo. Kamis (9/7/2020) (Foto Diana Arista).

KBRN, Situbondo : Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, mengaku belum ada realisasi ekspor bibit lobster seperti yang diributkan banyak pihak. Tetapi dirinya tidak membantah kalau mencabut kebijakan menteri sebelumnya terkait larangan ekspor bibit lobster.

"Masalah ekspor benih lobster, sebenarnya saya mencabut Peraturan Menteri Nomor 56, yang dirasa merugikan masyarakat. Mereka berharap banyak bisa mencari mata pencaharian dari sini, tapi tiba-tiba dihapus tanpa ada alternatif," ujar Edhy Prabowo saat meninjau Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo, Kamis (9/7/2020).

Politisi Gerindra ini mengemukakan, dibukanya ekspor benih lobster sebenarnya untuk menanamkan semangat budidaya lobster yang mulai hilang. Apalagi, potensi budidaya lobster di Indonesia sangat bagus.

"Semangatnya sebenarnya bukan ekspor benih, tapi semangat membudidayakan," tegas Edhy.

Jika dikemudian hari budidaya ini sudah maksimal dan penuh, maka akan dilakukan ekspor. Sehingga masyarakat nelayan bisa juga ikut andil mencari keuntungan membudidaya lobster.

"Dibiarkan di alam bebas pun juga tidak ada manfaat. Karena masyarakat ada, kenapa tidak kita libatkan saja," paparnya.

Sementara itu, Juru Bicara Presiden, Ali Mochtar Ngabalin mengapresiasi pembukaan kembali ekspor benih lobster. Menurutnya, ini merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang harus direalisasikan oleh pemerintah.

"Regulasi yang tidak berpihak kepada masyarakat nelayan itu akan mendatangkan kemudharatan yang luar biasa," ujarnya, yang juga ikut dalam rombongan Menteri KKP.

Penasehat Menteri KKP ini juga mengemukakan, bahwa semua regulasi terkait kelautan dan perikanan yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat harus direvisi.

"Semua regulasi yang berlangsung selama lima tahun yang lalu, dan merugikan para nelayan, seperti ada yang ditangkap, dipenjara, dan bahkan jatuh bangkrut, kita revisi," bebernya.

Pria kelahiran Fakfak, Papua Barat ini mengklaim bahwa kebijakan dengan membuka kran ekspor benih lobster punya keberpihakan kepada nelayan. Dengan begitu, negara bisa hadir, apalagi di tengah pandemi COVID-19.

"Sesuai arahan Presiden, agar para menteri melakukan gerakan-gerakan dan kerja yang ekstra ordinary, untuk bisa memberikan pelayanan yang tepat," ungkapnya.(din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00