Antisipasi Krisis Pangan, Pemkab Situbondo Ajak Petani Tanam Sorgum

Sorgum yang baru saja selesai dipanen. Kamis (2/7/2020) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo : Gerakan menanam Sorgum di lahan tadah hujan, menjadi terobosan Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, sebagai upaya mengatasi masalah krisis pangan dunia yang diprediksi akan terjadi di musim kemarau tahun ini.

Menurut Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, darurat COVID-19 tidak boleh menjadi alasan untuk tidak melakukan berbagai upaya pemulihan ekonomi kerakyatan. Seperti halnya yang telah dilakukan pemkab Situbondo, yaitu menggerakkan sektor pertanian dengan mengembangkan lahan kering untuk ditanami sorgum.

"Status darurat COVID-19 di Situbondo ini tidak boleh menjadi alasan untuk kita tidak produktif," ujar Dadang kepada RRI, Kamis (2/7/2020).

Bupati mengemukakan, Situbondo memiliki ratusan hektar lahan tadah hujan atau lahan kering yang bisa dimanfaatkan untuk ditanami sorgum, yaitu makanan pokok di urutan ke-lima setelah padi, jagung, gandum dan kedelai.

"Kita punya banyak lahan tadah hujan. Dan sudah ada 100 hektar lahan yang berproses ditanami sorgum, bahkan sudah ada dua hektar yang mulai panen," bebernya.

Sorgum merupakan tanaman yang mudah tumbuh. Usia sorgum hampir sama dengan padi, yaitu sekitar tiga bulan. Ketika sudah panen, tak perlu ditanami kembali karena sorgum sifatnya sama seperti tanaman tebu, cukup dikepras saja, dan akan muncul bibit baru.

"Apalagi potensi panen bulir atau biji sorgum dalam 1 hektar bisa mencapai 7 sampai 9 ton," imbuh Dadang.

Menurut Dadang, sorgum bisa menjadi solusi, ketika beras benar-benar langka dan sulit diperoleh. Karena sesuai dengan arahan Presiden, akan terjadi krisis pangan dunia, akibat kemarau panjang yang akan terjadi tahun ini.

Informasi dihimpun RRI, pemkab Situbondo melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) sudah mulai menanam sorgum, di lahan tadah hujan, sejak empat bulan yang lalu.

Gerakan tanam sorgum ini semakin masif, dan digaungkan melalui program ekonomi kebersamaan atau KOBESSA, sebagai komitmen dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00