Selama Ramadhan, Jumlah Masyarakat Bondowoso Gadaikan Barang Meningkat

KBRN, Bondowoso: Di tengah mewabahnya pandemi virus corona atau Covid-19 ini, tak sedikit karyawan yang kehilangan pekerjaan karena dirumahkan atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Alhasil, mereka sudah tidak lagi memiliki penghasilan.

Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1441 H, banyak masyarakat di Kabupaten Bondowoso menggadaikan barangnya sebagai alternatif mendapatkan uang. Seperti yang terlihat di kantor Pegadaian Cabang Bondowoso. Nampak masyarakat dari berbagai kalangan harus rela menunggu antrian.

Pimpinan Cabang Pegadaian Bondowoso Eko Mudji Hardjono mengatakan, selama bulan Ramadhan jumlah transaksi gadai meningkat 30 persen dibanding hari biasanya. Menurutnya, jumlah pengunjung tersebut dari berbagai lapisan masyarakat mulai dari ibu rumah tangga, pedagang hingga pegawai.

Selain untuk kebutuhan sehari-hari, alasan masyarakat menggadaikan barangnya adalah untuk meningkatkan modal usaha.

" Di masa pandemi ini kita dihimbau oleh Kementerian BUMN untuk mengadakan restrukturisasi kredit," jelas Eko kepada RRI, Senin (4/5/2020) di kantornya.

Selain itu, barang yang digadaikan oleh masyarakat paling didominasi oleh perhiasan. Hal tersebut karena tingginya kebiasaan masyarakat menyimpan emas, sehingga bisa memanfaatkan jasa Pegadaian saat dibutuhkan seperti kondisi saat ini. Selain perhiasan, masyarakat Bondowoso juga mulai menggadaikan kendaraan bermotor alat elektronik perabot rumah tangga. 

Ditambah lagi, masyarakat bisa menikmati kebijakan pemerintah misalnya penundaan jangka waktu dan rescheduling serta penundaan masa cut off lelang selama 30 hari.

" Jadi jangka waktunya itu dimundurkan sebulan," terangnya. 

Eko menambahkan, dalam sehari pengunjung di kantor Pegadaian bisa mencapai tiga ratus orang. Padahal sebelum pandemi Corona, jumlah pengunjung tidak sampai menyentuh angka tersebut.

Selama situasi pandemi belum berakhir, Eko memprediksi jumlah warga yang menggadaikan barangnya bisa kembali meningkat hingga 40 persen. Apalagi sektor Usaha Kecil dan Menengah sangat terpukul oleh situasi saat ini.

" Ini kan fluktuatif ya karena pembatasan jam kerja jadi kelihatannya ramai," tandasnya. 

Mengenai pelayanan, Eko mengatakan bahwa telah menjalankan sesuai protap Covid-19. Pengunjung terlebih dahulu menjalani pemeriksaan suhu tubuh, wajib menggunakan masker, membatasi jarak antar pengunjung dan wajib cuci tangan di tempat yang sudah disediakan.

Bahkan, untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, pihaknya sudah menyediakan aplikasi khusus Pegadaian Digital, sehingga mereka tidak perlu mendatangi kantor Pegadaian untuk bertransaksi. 

" Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi itu agar tidak perlu datang kesini," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00