Dua Pasar Hewan di Situbondo Dibuka Kembali

KBRN, Situbondo: Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami dilema mengenai penutupan dua pasar hewan di Kecamatan Asembagus dan Besuki. Hal itu dikarenakan pasar hewan merupakan salah satu penggerak ekonomi di Situbondo.

Oleh karenanya, pihak pemkab bersama DPRD setempat membahas rencana kemungkinan dibukanya kembali dua pasar hewan yang berada di wilayah timur dan wilayah barat itu.

"Dua pasar hewan yaitu pasar hewan yang buka setiap Senin dan Kamis, sudah ditutup atas kemauan warga setempat. Dan saat ini, warga sekitar meminta keduanya dibuka kembali," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Situbondo, Hasanuddin Riwansia kepada RRI, Selasa (14/4/2020).

Hasanuddin mengaku, pihaknya harus mempersiapkan protokol yang ketat jika akan membuka dua pasar hewan tersebut, seperti penyediaan bio security di pintu masuk dan keluar, untuk menyemprotkan disifektan terhadap siapapun yang berkepentingan ke pasar tersebut.

"Bio security ini bentuknya melingkar yang akan menyemprotkan disinfektan kepada orang, kendaraan, ataupun hewan ternak yang masuk ke dalam pasar," terangnya.

Selain itu, tempat cuci tangan juga harus disiapkan, termasuk setiap pengunjung harus menggunakan masker. Ini dilakukan agar pasar hewan tidak dituduh menjadi penyebar virus corona.

"Masih dalam persiapan untuk membuka kembali, termasuk menunggu persetujuan anggaran untuk mempersiapkan protokol di dua pasar hewan itu," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, yang merupakan mitra kerja Disnakkeswan, Hadi Priyanto mengaku, jika masyarakat menginginkan agar kedua pasar hewan tersebut dibuka kembali, tentunya dengan protokol yang sangat ketat, guna menghindari penyebaran COVID-19.

"Kami mendukung apa yang akan dilakukan oleh dinas, yaitu dengan membuka kembali dua pasar hewan itu," ujar Hadi Priyanto kepada RRI.

Namun dengan beberapa catatan, lanjut Hadi, yakni setiap pengunjung diwajibkan menggunakan masker, disediakan tempat cuci tangan di beberapa titik, dan cek kesehatan, harus menjadi standar yang dilakukan oleh warga di pasar hewan.

"Saya minta tidak hanya dokter hewan yang siaga disana, namun juga petugas medis untuk memantau warga pasar yang punya keluhan kesehatan," imbuh politisi Demokrat ini.

Catatan Disnakkeswan, perputaran rupiah di tiga pasar hewan yang ada di Situbondo, dalam setahun angkanya cukup fantastis, yaitu mencapai Rp1,1 triliun di tahun 2019. Karena pasar hewan ini menjadi salah satu pusat transaksi hewan ternak di Jawa Timur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00