Hadapi Covid-19, Banyuwangi Siapkan Jaring Pengaman Bagi Warga dengan Pendapatan Harian

KBRN, Banyuwangi : Pemkab Banyuwangi menyiapkan jaring pengaman bagi warga yang mengandalkan pendapatan harian di tengah semakin banyak pihak melakukan social distancing, dalam mencegah penyebaran virus corona atau covid-19. Jaring pengaman itu ditujukan antara lain untuk pengemudi becak, tukang ojek, pedagang kaki lima (PKL) skala mikro, dan sebagainya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (19/3/2020) mengatakan, kebijakan perbelakukan social distancing, memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat yang mengandalkan pedapatan harian, sehingga kami sudah menyiapkan langkah - langkah, yang diantaranya pemberian paket sembako, utamanya bagi masyarakat kelas ekonomi kebawah. 

”Kita paham ada dampak ekonomi dari social distancing, terutama kepada warga yang mengandalkan pendapatan harian. Masih ada sebagian kita yang bekerja untuk makan hari ini, tidak bisa mereka work from home, dan itu fakta yang menuntut perhatian kita karena pendapatan mereka pasti merosot di tengah kondisi saat ini,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (19/3/2020).

Anas juga mengajak semua pihak untuk memperkuat solidaritas sosial dalam situasi seperti saat ini. Pelaku usaha menengah-besar swasta dan BUMN bisa melakukan langkah serupa untuk membantu menyalurkan jaring pengaman bagi warga yang mengandalkan pekerjaan harian.

”Saatnya gotong royong, menjadi pelaku usaha pelopor, menjadi BUMN pelopor dalam membantu masyarakat dan kelompok rentan. Silakan BUMN dan swasta atau siapa pun bisa bersama-sama kita bergerak, beli kebutuhan makan-minum di warung-warung rakyat lalu disalurkan ke warga rentan sebagai jaring pengaman di situasi saat ini,” ujarnya.

Selain jaring pengaman kepada warga dengan pekerjaan yang mengandalkan pendapatan harian, sejumlah program sosial lain untuk warga miskin nonproduktif di Banyuwangi tetap berjalan, seperti program Rantang Kasih yang mendistribusikan makanan kepada warga lanjut usia sebatang kara setiap hari secara gratis.

Sementara itu, salah seorang pengemudi becak, Suyanto, mengatakan, paket sembako dibutuhkan warga dengan pekerjaan yang mengandalkan pendapatan harian seperti dirinya. Apalagi, dalam situasi seperti saat ini.

”Memang saya dikasih tahu untuk mengurangi ke luar rumah, tapi kan pekerjaan saya pengayuh becak. Untungnya, diberi paket sembako ini,” ujar Suyanto

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00