Stok Gula Pasir Bulog Jember Kosong

KBRN,Jember: Bulog Sub Drive 11 Jember tidak melayani distribusi gula pasir guna memenuhi kebutuhan Masyarakat di Kabupaten Jember. Kondisi itu disebabkan adanya kekosongan stok gula pasir suplai dari sejumlah pabrik gula mitra kerja Bulog.

Wakil Pimpinan Bulog Sub Drive 11 Jember, Maqi Febriyanto mengatakan pihak Bulog tidak memiliki kewenangan dalam melakukan stabilisasi kenaikan harga gula pasir di pasaran, sesuai regulasi Pemerintah hanya mengatur dan memberikan kewenangan dalam rangka pengadaan dan penyediaan pasokan beras.

"Selama ini untuk menunjang serta memenuhi kebutuhan pasokan gula internal, pihak Bulog juga menjalin mitra kerja bersama sejumlah pabrik gula untuk menyediakan dan suplai gula guna membantu memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya ditemui RRI, Jumat (13/3/2020).

Namun untuk saat ini Bulog Jember mengaku kesulitan untuk mendapat pasokan gula dari sejumlah pabrik gula, karena stok yang tersedia di gudang penyimpanan pabrik gula kosong.

"Kalaupun ada itu sudah punya pengusaha atau pihak lain dan hanya dititipkan saja, secara pasti kami tidak mengetahui apa penyebab pasti terjadinya kekosongan pasokan gula saat ini,  apakah disebabkan karena faktor produksi atau memang belum ada panen tebu dari para petani, namun sejak awal bulan maret kemarin, Bulong sudah tidak melayani distribusi gula karena stok kosong,"tandasnya.

Febri menambahkan mengacu pada jumlah permintaan stok gula tahun sebelumnya, Bulog Sub Drive 11 Jember mampu menyerap sedikitnya 1 Ton gula pasir dari pabrik gula untuk didistribusikan kembali ke masyarakat dikisaran harga 13 ribu per kilogram. 

"Namun karena kekosongan stok gula pasir dari mitra kerja maka sejak awal bulan maret kemarin, kami tidak dapat lagi melayani permintaan stok gula dari masyarakat untuk sementara ini," 

Sementara dari data yang dihimpun RRI untuk harga gula pasir ditingkat pedagang saat ini terus merangkak naik. harga gula pasir ditingkat konsumen dijual dikisaran Rp 16 ribu sampai Rp16.500 per kilogram. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00