Hadapi Kelesuan Pasar Property Siasati Dengan Gathering Konsumen

KBRN – Jember ; setelah diterpa badai virus Corono seluruh lini kehidupan mengalami kelesuan yang luar biasa termasuk bidang perumahan atau property. Papan, sandang, pangan adalah bidang pokok yang tidak bisa dihindarkan sebagai kebutuhan primier, namun hingga pasca pandemi virus Corona pasar property di Jember kbhususnya belum bias bangkit sepenuhnya. Maka berbagai strategi marketing maupun  model pemasaran yang dilakukan oleh par developer guna menggairahkan pasar property sebagai hunian yang menjadi kebutuhan pokok bagi warga masyarakat seluruhnya khususnya bagi warga masyarakakt yang berpenghasilan rendah juga bisa mendapatkan kebutuhan papan tersebut.

Harish Fauzan Luthfi, Direktur PT. Sembilan Bintang Lestari Jember di sela-sela acara Ganthering bersama konsumen mengatakan, upaya yang dilakukan oleh para pengembang perumahan di Jember dalam upaya menggairahkan pasar pasca pandemic virus corona ini berbagai stretegi dijalankan. Giat gathering ini merupakan satu metode marketing guna menggairahkan pasar yang sedang mengalami kelesuan sekaligus memfasilitasi para calon pembeli dengan situasi yang lebih kekeluargaan dan ke nyamananan bersama masyarakat penghasilan menengah, besar maupun masyarakat berpenghasilan rendah MBR, tegasnya (Sabtu, 2 Juli 2022).

“Kita bersyukur dengan cara marketing gathering ternyata animo masyarakat yang datang terbilang cukup baik bahkan dengan stimulan yang dilakukan banyak membuat calon pembeli yang melakukan transaksional. Mengingat rumah sampai kapapun akan menjadi kebutuhan pokok semakin lama harga rumah akan tetap mahal dan bisa dikatakan rumah merupakan investasi masa depan”, imbuh Harish.

Hal senada diungkapkan Nanang Priyanto pengembang asal Bondowoso, bahwa kondisi Jember dan Bondowoso tidaklah jauh berbeda. Dimana kelesuan pasar juga terjadi dibidang property. Namun hal itu tidak boleh putus asa mengingat didalam bidang property banyak menyerap tenaga kerja yang menggantungkan nasib keluarganya sebagai tukang maupun kuli serta para pemasok material lainnya.

“Untuk itu pihak perbankan dan pengembang saat ini tetap memberikan kemudahan kredit KPR khususnya rumah-rumah subsidi bagi warga masyarakat berpenghasilan rendah dengan jangka waktu 5-20 tahun yang sekiranya masyarakat bisa memiliki rumah tinggal yang ideal dan sehat dengan mudah”, pungkasnya. (sa/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar