Pemkab Jember Akan Optimalkan Geliat UMKM

Dialog Beranda Nusantara LPP RRI Jember.jpeg

KBRN, Jember : Setelah dua tahun lebih, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami keterpurukan, akibat pandemi Covid-19, di tahun 2022 para pelaku usaha mikro mulai menunjukkan eksistensi yang positif.

Di kabupaten Jember, sejak memasuki tahun 2021, sejumlah pelaku usaha kecil berkolaborasi bersama pemerintah setempat, untuk mengawali bangkit dari keterpurukan. Mulai dari pelaku usaha kerajinan tangan (handy craft) hingga kuliner membuat beberapa terobosan kendati masih ada pembatasan / aturan, untuk kembali pulih seperti sebelum masa pandemi.

Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jember, Restu Prayogi, mengatakan, usaha mikro merupakan ekonomi kerakyatan, selama masa pandemi tidak bisa dipungkiri mengalami penurunan perekonomian hingga 5 persen dari sebelumnya. Namun dibalik keterpurukan, ternyata masih ada beberapa usaha baru yang mampu menopang sistem perekonomian Indonesia.

“Meski banyak sektor mengalami penurunan di tahun 2020 akibat pandemi yakni mulai produk makanan dan minuman hingga handycraft, namun ada beberapa sektor yang mengalami peningkatan signifikan, salah satunya disektor kesehatan dan ekspedisi. Sehingga ketika kita mau berkaca atau belajar dari sesuatu hal buruk, maka akan memunculkan ide baru yang mampu menghidupkan kembali beberapa sektor yang mengalami mati suri.” Ungkap Restu Prayogi, Selasa (24/5/2022).

Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UMKM Jember, Dra. Sartini, MM. mengatakan, sekitar 427 ribu usaha mikro dengan berbagai jenis usaha mulai handy craft hingga kuliner pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah sebesar 1,2 juta rupiah untuk membangkitkan kembali gairah UMKM.

“Selain mendapat bantuan, seluruh pelaku usaha kami rangkul untuk mendapatkan pelatihan berbagai usaha, dan sangat kebetulan di tahun 2022 ini kabupaten Jember panen raya kopi. Sehingga Dinas Koperasi Jember, mengandeng Puslit Kopi dan Kakao, untuk memberi wawasan baru seputar pengolahan kopi,” ujar Sartini dalam dialog Opini dan Aspirasi RRI Jember, Selasa (24/05/22).

Sartini menambahkan kualitas UMKM Jember tidak kalah dengan daerah lain, yang dibuktikan dalam ajang Moto GP di sirkuit Madalika Lombok, banyak pesanan dari berbagai daerah maupun manca negara yang memesan produk dari Jember.

“Diajang Moto Gp mandalika, banyak pesanan produk UMKM Jember, ini membuktikan produk Jember kualitasnya tak kalah dengan daerah lain, sehingga pemerintah siap memfasilitasi pelaku usaha mikro, disetiap event, salah satunya saat Porprov 2022, yang dihelat di kabupaten Jember pada pertengahan tahun ini.”, tandasnya.

Berdasarkan catatan Dinas Koperasi dan UMKM Jember, pada bulan April 2022 pelaku usaha mikro Jember mampu berkontibusi sebesar 61,97 Pendapatan Domestik Bruto (PDB) melalui wadah Pasar Digital (PADI) yang diikuti oleh pelaku usaha mikro dari luar daerah lingkup Jawa Timur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar