Penjualan Daging di Jember Tetap Normal

KBRN,Jember: Merebaknya wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) tidak berpengaruh terhadap pasokan serta stok  daging di kalangan pedagang pasar induk tanjung, Jember. Permintaan kebutuhan daging oleh masyarakat sampai tetap normal Pasca Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Pedagang Daging Pasar Induk Tanjung, Halimatus mengatakan sampai saat ini pasokan dan penjualan daging masih cukup normal. Adanya wabah PMK seperti yang terjadi di beberapa kawasan tidak sampai berimbas kepada turunya omset dan penjualan daging di masyarakat.

"Kalau sampai hari ini pasokan daging masih stabil, harga juga stabil dikisaran 115-130 ribu untuk daging sapi umum hingga super, permintaan juga normal sehari bisa habis 2-3 kwintal daging sapi," ujarnya, Jumat (13/5/2022).

Menurutnya, pasokan daging yang dijual para pedagang dikirim dari rumah pemotongan hewan milik Pemkab Jember sehingga dipastikan kondisi kesehatan hewan ternak telah diperiksa dan terjamin sebelum dipotong.

"Memang wabah PMK itu sudah banyak didengar oleh pedagang dan pembeli, tapi sampai saat ini tidak sampai berimbas terhadap pasokan dan kebutuhan daging masyarakat yang dijual, pembeli cenderung pasif dan tidak berpengaruh," paparnya.

Sementara itu Petugas Pasar Induk Tanjung, Andre mengatakan meski sempat mengalami kenaikan harga menjelang Lebaran berkisar 10-15 ribu rupiah per kilogram namun harga daging dipasaran saat ini telah kembali normal.

"Kalau untuk harga dan permintaan daging khususnya daging sapi sampai saat ini normal, kalau untuk kondisi pembeli juga teta normal tidak ada keluhan dari pedagang," ujarnya.

Seperti diketahui Wabah PMK menjadi perhatian pemerintah karena sangat berbahaya dan mematikan bagi hewan berkuku belah dua utamanya hewan ternak seperti sapi,domba,babi dan lainnya.

Penyakit mulut dan kuku atau PMK adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang sangat menular pada hewan berkuku belah dua seperti sapi, domba/kambing dan babi,yang menyebabkan luka menyakitkan dan lecet pada kaki, mulut hewan tersebut.

Penanganan dan pencegahan PMK ini dibutuh kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat untuk menyelesaikan serta mencegah merebaknya PMK ini,karena dapat menyebar dengan cepat dan sangat merugikan ekonomi bagi peternak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar