Jelang Nataru 2022, Stok Beras Untuk Dua Kabupaten Aman

KBRN, Bondowoso : Mendekati perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru) 2022, persediaan beras untuk masyarakat di Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo dipastikan aman. Berdasarkan data dari Perum Bulog Bondowoso, stok beras kedua kabupaten sebanyak 15.500 ton.

Kepala Bulog Bondowoso , Rudi Prasetya menerangkan bahwa jumlah tersebut sangat cukup untuk kebutuhan Nataru, bahkan hingga dua tahun ke depan. Asal tidak ada penugasan dari pemerintah untuk mengirim bantuan. Sehingga masyarakat tidak perlu risau dan panic buying menghadapi Nataru mendatang.

" Untuk Bondowoso ada sekitar 8 ribu ton, jadi cukup aman. Perum Bulog Bondowoso dan Situbondo stok cadangan beras pemerintah CBP cukup aman untuk dua kabupaten sekitar 15.500 ton, " katanya saat dikonfirmasi, Senin (29/11/2021).

Kalaupun nanti terjadi gejolak harga di pasaran, Rudi menyebut akan melakukan operasi pasar bersama dengan OPD terkait lainnya guna mengendalikan harga. 

" Jadi misalkan ada gejolak ataupun bencana, kita cukup tersedia beras cukup aman jadi masyarakat tidak perlu risau tentang hal itu. Karena Perum Bulog akan melakukan operasi pasar dengan harga yang sangat terjangkau dan mudah-mudahan kita bisa mengendalikan," bebernya.

Selain beras, Bulog juga menyiapkan kebutuhan pokok lainnya yakni gula dan minyak. Saat ini, lanjut Rudi, stok gula tersedia 5 ton dan cukup untuk operasi pasar. Adapun minyak, diakuinya memang terjadi kenaikan harga di sejumlah pasar. Namun, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat melalui Bupati atau dengan Diskoperindag untuk memastikan ketersediaan aman.

" Demikian juga dengan Bulog mengalami kesulitan karena harga yang terus meningkat. Tetapi kita berharap minyak pelan-pelan turun, jadi masyarakat terutama pedagang gorengan tidak bingung," ungkapnya.

Di Kabupaten Bondowoso harga minyak dalam kemasan berkisar Rp.19 ribu. Adapun minyak curah sekitar Rp. 16 ribu lebih. " Di Bulog sendiri, kita kemarin punya stok lama kita jual 15.500 kemudian kita kehabisan stok. Pakai stok baru agak mahal sekitar 17.500," kata Rudi. (san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar