Baru Dibangun Sudah Rusak, Kades Jawab Santai

KBRN Lumajang : Sejumlah elemen Masyarakat Lumajang Jawa Timur memprotes hasil garapan proyek Rabat Beton yang berada di Dusun Sumber Urang Desa Sido Mulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang sudah banyak yang rusak. Tokoh Masyarakat Desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang yang enggan disebutkan namanya, mengaku geram dengan kondisi jalan Rabat Beton yang baru dibangun sudah banyak yang rusak.

Ketika dikonfirmasi lebih mendalam mengenai apakah memang banyak kendaraan besar yang berlalu lalang yang melintasi jalan dengan volume pembangunan jalan 700 meter atau kurang lebih satu kilo meter, Tokoh Masyarakat tersebut mengaku tidak pernah, dan mengatakan yang melintasi jalan tersebut setiap hari rata-rata adalah kendaran bermotor roda dua bukan Roda empat apalagi Truk Pasir. "Tidak pernah ada Truk Pasir lewat di jalan itu mas," jelasnya Minggu (09/05/2021).

Ketika dikonfirmasi RRI mengenai alasan utama mengenai cepat rusaknya jalan yang baru saja dibangun tersebut pihaknya mengaku tidak mengetahuinya, dan warga masyarakat menjelaskan dugaannya berdasarkan opininya masing masing "Mungkin yang menggarap proyek tersebut kurang beres itu, kalau yang garap beres, ya bagus," Ucapnya.

Sementara itu Kepala Desa Sido Mulyo Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang Jawa Timur Paiman mengaku, anggaran dalam penggarapan Rabat Beton tersebut merupakan Anggaran Dana Desa -ADD Padat Karya. Ketika dikonfirmasi mengenai berapa jumlah anggaran yang dihabiskan untuk membangun jalan Rabat Beton tersebut Kades Paiman tidak mengetahuinya dan lebih suka menjawab belum lama ini kondisi jalan yang baru dibangun dan saat ini bagaian yang rusak tersebut sudah dibenahi "Ya mungkin karena faktor alam yang retak retak itu kemarin sudah dibenahi, dikerjakan sekitar 8 bulan lalu," katanya.

Kepala Desa yang akan mengakhiri masa jabatannya tersebut dengan santai menjawab, posisi Kepala Desa berkapasitas hanya sebagai penanggung jawab saja dalam penggarapan proyek. "Nanti kita kroscek lagi, kalau ada yang kurang, nanti kita benahi, disitu saya hanya penanggung jawab saja. Kalau masalah gitu-gitu, saya belum pernah motong uangnya Rp 5.000 pun belum pernah," jawabnya.

Proyek pengerjaan jalan yang disinyalir menghabiskan dana ratusan juta rupiah dari rakyat itu semestinya mampu dipertanggung jawabkan dengan sebaik mungkin hingga sampai pada peruntukannya. KA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00