Penimbun Gas Elpiji Bisa Dipidana

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat usai menggelar konferensi pers terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg

KBRN, Bondowoso : Pemerintah Kabupaten Bondowoso mensinyalir kelangkaan gas bersubsidi 3 kg karena adanya permainan oleh oknum/spekulan, yang dilakukan oleh pengecer maupun agen. Hingga menyebabkan gejolak masyarakat untuk mendapatkan gas melon tersebut.

Menanggapi kondisi itu, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menilai bahwa tindakan tersebut merupakan kejahatan ekonomi. Dan masuk dalam tindakan pidana.

"Ini sudah masuk kejahatan ekonomi. Di saat bahan pokok utama sudah mengalami kelangkaan. Pasalnya sudah jelas," tegasnya saat menggelar konferensi pers bersama awak media, Kamis (15/04/2021).

Wabup Irwan menegaskan pemerintah akan menertibkan para pengusaha seperti restoran, rumah makan atau perhotelan agar tidak menggunakan gas bersubsidi milik masyarakat miskin. 

Apabila masih ditemukan pengusaha memakai gas bersubsidi di saat terjadi kelangkaan, pemerintah tak segan-segan menindak tegas dengan ancaman pencabutan izin usaha.

" Inipun kita akan melakukan tahapan-tahapan. Pertama mengimbau, menegur sampai pada tahap penindakan. Kecuali distribusi elpiji 3 kilo ini sudah normal kembali," katanya. 

Sementara itu, Kasat Intel Polres Bondowoso Deky Julkarnain SH menerangkan, pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait hal tersebut. Jika dari hasil penyelidikan terdapat unsur pidana, bisa masuk dalam UU Perlindungan Konsumen. 

"Kedua, karena kaitannya adalah barang-barang yang menjadi pengawasan. Artinya, didalamnya ada insentif yang diberikan pemerintah. Sehingga di dalamnya ada uang yang mengalir dari pemerintah," jelasnya singkat.

Deky mengaku bahwa polisi telah melakukan penyelidikan serentak dengan basis deteksi di tingkat kewilayahan. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan kejadian tersebut memenuhi unsur pidana atau tidak. (san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00