Ditengah Pandemi, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Situbondo Peringati HSN-V Cukup Sederhana

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi

KBRN, Situbondo : Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap 22 Oktober. Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo (P2S3), Situbondo, Jawa Timur, KHR Achmad Azaim Ibrahimy, membahas makna santri.

"Definisi tentang santri sudah banyak dijelaskan oleh para kiai di Pondok Pesantren, dengan kearifan lokal setiap pesantren. Maka Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, memiliki definisi tentang makna santri itu sendiri," ujar KHR Azaim Ibrahimy, memulai tausiyahnya, Kamis (22/10/2020).

Ulama Muda kharismatik ini, mengupas satu per satu huruf hijaiyah yang merangkai kata santri mulai dari huruf sin, nun, ta, ro, dan ya. Menurutnya, rangkaian huruf yang membentuk kata santri itu memiliki makna kiprah santri secara ideal.

Adapun sin, sahlul khalqi wattasharruf memiliki makna lemah lembut perangai dan tingkah lakunya. Sesuai dengan karakter yang digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW, tentang karakter dan tingkah laku seorang mukmin yang baik dalam bermuamalah, berinteraksi sosial.

Adapun nun, naashiru liddhalimin wal madhlum yang artinya, menolong orang yang dhalim dan yang didhalimi. Berangkat dari sabda Nabi Muhammad SAW,yakni tolonglah saudaramu yang dhalim maupun yang didhalimi.

"Menolong orang yang dhalim. Ketika ia berubah dan menghentikan kedhalimannya, maka ia sudah membantu orang tersebut meninggalkan perbuatan dhalim," terang Cucu Pahlawan Nasional KHR As'ad Syamsul Arifin itu.

Sedangkan huruf ta', yaitu taarikul liddzunubi wal aasan, memiliki makna meninggalkan perbuatan dosa besar dan dosa kecil, hingga mencapai derajat spiritual yang baik dan terpuji.

Huruf ra', rahimun biddhu'afa wal mustadh'afiin. Yang memiliki makna sayang kepada orang yang lemah dan tertindas. Ini menunjukkan kepekaan, sehingga santri tidak secara teori mengedepankan ilmunya, tetapi juga mempraktekkan keilmuannya itu sendiri dalam tataran masyarakat.

"Dengan demikian, mereka akan tahu kondisi masyarakat, membantu yang lemah, dan menolong yang tertindas," imbuh Kiai Azaim, panggilan akrabnya.

Huruf terakhir yaitu ya'.Yasirul qil wal qal  yaitu santri yang tidak banyak beromong kosong. Santri yang sejati, yaitu santri yang mempersedikit omong kosongnya. Tidak menjadikan metode dakwah dengan menggunakan cerita omong kosong, bualan, ataupun candaan yang tidak berarti.

"Maka, santri yang sejati yaitu, perbuatan, keyakinan, ucapan, tingkah lakunya, adalah sesuatu yang mengantarkan jalan menuju keridhoan Allah SWT, sesuai dengan panduan Baginda Nabi Muhammad SAW," tutup alumni Pesantren Al-Maliki Rusaifah Mekkah ini.

Pantauan RRI, kegiatan HSN ke V di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, di tengah pandemi, dilakukan dengan sederhana dengan mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

Ada dua kegiatan utama yang dilakukan, yaitu doa dan dzikir untuk bangsa, yang diisi dengan pembacaan yasin, tahlil, istighasah dan tauziyah. Dan upacara bendera yang diikuti oleh sekitar 700 santri. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00