Pemkab Bondowoso dan Perhutani Akan Reaktivasi Hutan Ijen

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat

KBRN, Bondowoso : Perhutani KPH Bondowoso berkoordinasi dengan Pemkab setempat untuk pemanfaatan kembali hutan di kawasan Ijen setelah aktivitas pertanian di hutan produksi Ijen diberhentikan sejak Januari lalu karena banjir bandang.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan, pihaknya sepakat untuk dibuka lagi. Namun hari ini ia masih menunggu surat pernyataan dari tokoh masyarakat dan kepala desa yang ada di Ijen.

"Yakni agar patuh pada peraturan yang dibuat Perhutani KPH Bondowoso, dengan mereka menggarap hutan Ijen untuk lahan pertanian di sana," jelasnya singkat, Rabu (21/10/2020).

Sementara itu, Adm Perhutani Bondowoso, Andi Adrian mengatakan, bahwa sesuai ketentuan PS Permen 38 dan Permen 39, disepakati maksimal satu KK mendapatkan dua hektar. Itupun kalau lahannya cukup. 

Menurutnya, ada sekitar 1.700 KK yang ada di Desa Blawan Ijen. Terdiri dari 6 LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan). Kini Perhutani memproses semua LMDH di sana.

"KK berdasar nama dan alamat. Sudah kita usulkan ke KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Setelah kita usulkan akan ada tim turun dari jementerian datang melakukan verifikasi. Layak dapat garapan lahan apa tidak," paparnya.

Menurutnya, dari verifikasi itu nanti, pegawai negeri akan dikeluarkan, dan tidak boleh mendapatkan lahan.

"Karena kadang memaksukkan KTP istri, begitu dicek KK, ternyata suaminya PNS, dicoret juga. Maka dibutuhkan KK dan KTP untuk melihat itu," imbuhnya.

Menurut Permen (peraturan menteri) kata dia, 51 persen dari yang dikelola warga harus tanaman kayu, untuk hutannya.

"Misal 2 hektar, 51 persen adalah jadi hutan. Meski hutan produksi. Pola agroforestri seperti itu. Yang bagus dibuat 3: 4 semua (tanaman pertanian ada di antara tegakan)," jelasnya.

Namun karena warga bertani kentang, maka polanya dibuat terpisah antar area tanaman pertanian dengan hutan. 

"Apa ya kentang tumbuh kalau nanti gede kayunya. Sebab maunya pemeritah dengan pola ini, mau memberikan garapan samapai 35 tahun. Terpenting komitmen bersama," pungkasnya. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00