Masuk Musim Hujan, BPBD Bondowoso Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Kapolres, Dandim dan Kalaksa BPBD Bondowoso Pastikan Kesiapan Peralatan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi

KBRN, Bondowoso : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mewaspadai terjadinya bencana Hidrometeorologi. Dengan adanya cuaca ekstrim, kemungkinan terjadinya banjir, longsor, gempa dan angin puting beliung sangat besar.

Kalaksa BPBD Bondowoso, Kukuh Triyatmoko menerangkan bahwa beberapa titik di Bondowoso perlu waspada bencana. Untuk bencana banjir, biasanya sering terjadi di kawasan Wonoboyo, Ijen dan Binakal. Adapun bencana longsor hampir tersebar di setiap kecamatan. Begitu juga bencana puting beliung, kata Kukuh, rawan terjadi di seluruh kawasan di Bondowoso. 

" Kemungkinan pada akhir-akhir ini biasanya di bulan November sampai dengan Februari, Maret itu bencana Hidro Meteorologi ini mengancam kita," jelasnya usai Apel Gelar Siaga Darurat Bencana, di Alun-alun Ki Bagus Asra Bondowoso, Senin (19/10/2020) dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Resiko Bencana.

Untuk itu, BPBD Bondowoso bersinergi dengan semua pihak untuk menyiapkan peralatan-peralatan kebencanaan. Mulai dari alat pertolongan di perairan, pertolongan pada ketinggian hingga pertolongan pada bencana keracunan gas di daerah Ijen.

" Disini juga siap jaringan komunikasi RAPI, ORARI, TNI-Polri, Pol PP. Apabila ada kejadian biasanya yang digunakan frekuensi yang di BPBD," katanya.

Sementara itu, Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf. Jadi menegaskan dalam antisipasi bencana perlu adanya komunikasi dan koordinasi di lapangan. Semuanya harus punya protokol tetap (Protap) yang disatukan antara satu dengan lainnya.

" Memang yang belum kita lakukan adalah latihan. Paling tidak latihan prosedur di lapangan bagaimana komunikasi dan koordinasi di lapangan," ujarnya.

Untuk itu dia berharap masyarakat juga siap menghadapi bencana melalui masing-masing desa tangguh. Masyarakat diharapkan mengerti dan tahu bagaimana cara menyelamatkan diri saat bencana alam terjadi.

" Kadang masyarakat tidak tahu bagaimana cara menyelamatkan diri sendiri, " pungkasnya. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00