Petani Bisa Ajukan Permohonan Dapatkan Pupuk Bersubsidi

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Sentot Sugiyono saat dikonfirmasi pengajuan pupuk bersubsidi. Rabu (16/9/2020) (Foto Diana Arista).

KBRN, Situbondo : Meskipun pemerintah memberikan alokasi tambahan pupuk bersubsidi, namun petani masih kesulitan mengakses tambahan tersebut, terlebih petani yang tidak terdaftar melalui elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Situbondo, Sentot Sugiyono mengaku, tambahan pupuk ini merupakan solusi dari pemerintah untuk menjembatani petani memperoleh pupuk bersubsidi.

"Ini solusi sementara dan berlaku sampai 25 September 2020. Jadi bagi semua wilayah yang belum rampung menerbitkan kartu tani, termasuk Situbondo, bisa mendapatkan pupuk bersubsidi," ujar Sentot kepada RRI, Rabu (16/9/2020).

Sentot mengemukakan cara untuk memperoleh pupuk subsidi yaitu, petani yang terdaftar dalam e-RDKK harus mengajukan permohonan pupuk bersubsidi, yang disetujui oleh Ketua Kelompok Tani dan Petugas Pengawas Lapangan (PPL), disahkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan.

"Caranya cukup rumit. Saya hawatir para petani kita tidak bisa mengaksesnya," imbuh Sentot.

Hingga saat ini, belum ada petani yang mengajukan permohonan pupuk bersubsidi. Bisa jadi karena belum mendapatkan informasi, atau cara pengajuannya dinilai rumit.

Sementara itu, Ahmad, salah seorang petani di Situbondo mengaku, untuk mengakses tambahan itu petani merasa kesulitan dan bahkan untuk mendapatkan kartu tani itu tidak mudah. Karena rata-rata para petani masih gaptek.

"Saya juga baru dengar kalau bisa mengajukan permohonan pupuk bersubsidi. Itupun yang masuk dalam e-RDKK, sedangkan saya belum terdaftar," ujar Ahmad.

Ia berharap, dinas terkait bisa mengakomodir semua petani yang berhak memperoleh pupuk bersubsidi. Sehingga tak ada lagi jeritan petani karena kelangkaan pupuk atau mahalnya pupuk karena tak bisa membeli pupuk bersubsidi.

"Dinas terkait harus lebih gencar melakukan sosialisasi terhadap petani tentang kartu tani dan cara memperolehnya," katanya. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00