Puluhan Pengendara Tak Bermasker Di Bondowoso Terjaring Operasi Yustisi

Puluhan Pengendara Tak Bermasker Terjaring Operasi Yustisi Di Bondowoso

KBRN, Bondowoso : Sebanyak 75 pengendara roda dua dan empat terjaring Operasi Yustisi yang digelar oleh Satgas Gugus Tugas Bondowoso, Selasa (15/9/2020) siang. 

Mereka kedapatan tidak menggunakan masker saat melintas di Jalan Teuku Umar atau di sekitar pasar induk Bondowoso. 

Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz, melalui Kasatreskrim AKP Agung menerangkan, Operasi Yustisi serentak dilakukan di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

" Untuk Provinsi Jatim kita berdasarkan Pergub nomer 53 tahun 2020, Perda nomer 2 tahun 2020 dan Perbup nomer 50 tahun 2020. Disana diatur beserta dengan sanksinya," terangnya saat ditemui RRI di lokasi.

Dalam operasi yang digelar selama 2 jam tersebut, pengendara yang tidak mengenakan masker diminta untuk menyerahkan KTP. Mereka kemudian di sidang di tempat dan wajib membeli atau mencari masker terlebih dahulu.

" Setelah bisa menunjukkan masker, baru masker dan KTPnya dikembalikan kepada pelanggar," paparnya.

Pemberian sanksi dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Bondowoso. Selanjutnya dilakukan sidang di tempat oleh hakim tunggal dari Pengadilan Negeri Bondowoso.

" Diharapkan bisa memberikan efek jera. Dan selanjutnya bisa memakai masker di lingkungannya," tambahnya.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tertib menggunakan masker saat keluar rumah dan menghindari kerumunan. Karena hal ini mampu memutus rantai penularan Covid-19 yang menunjukkan peningkatan di Kabupaten Bondowoso.

Sementara itu, Ahmadi salah satu pengendara yang terjaring operasi mengaku jera. Pasalnya dia harus berurusan dengan petugas saat kedapatan tidak mengenakan masker.

" Masker saya copot. Kan pakai helm," kilahnya.

Ke depan, Ahmadi berjanji untuk menggunakan masker tiap kali keluar rumah. Hal tersebut juga akan diterapkan kepada anak istrinya agar mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00