Unik ! Hutan Pelangi Bondowoso Diusulkan Masuk UNESCO Global Geopark

Hutan Pelangi Di Kabupaten Bondowoso Masuk Daftar Destinasi UNESCO GLOBAL GEOPARK

KBRN, Bondowoso: Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso,  Jawa Timur, mengusulkan Hutan Pelangi sebagai salah satu dari 18 situs yang diusulkan ke UNESCO Global Geopark (UGG).

Hutan Pelangi diusulkan karena di sana didominasi oleh pohon pelangi atau dikenal dengan rainbow eucalyptus.

Pohon yang juga punya nama Ilmiah eucalyptus deglupta itu, terletak di hutan Dusun Darungan, Desa Sumberwringin Kecamatan Sumberwringin Bondowoso.

Kepala Bidang Pariwisata Disparpora Bondowoso, Arif Setyo Raharjo, mengatakan, yang diusulkan ke UGG untuk Ijen Geopark area Bondowoso sebanyak 18 situs. 

Dipilihnya Hutan Pelangi kata dia, karena punya nilai penting. Terutama berkaitan dengan keanekaragaman maupun kekhususan pohonnya itu sendiri.

"Ada kajian ilmiahnya juga. Ini juga masuk dalam tiga komponen dalam geopark. Yakni di komponen biologi. Deferensiasinya kuat, potensinya juga bagus," jelasnya, Senin (14/9/2020).

Sebenarnya lanjut dia, Hutan Pelangi ini, ada di bawah naungan Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, yang kantornya ada di Yogyakarta.

"Namun demikian, Pemkab Bondowoso melakukan komunikasi. Untuk nantinya Hutan Pelangi ini bisa dimasukkan dalam geo atau eduwisata. Sehingga bisa mengiatkan proses-proses pelestarian di area Ijen Geopark," paparnya.

Dari 18 situs itu kata dia, ada tiga komponen. Yakni geologi, biologi dan culture (kebudayaan). Unsur biologi ada dua lokasi, Kebun Kopi Rakyat dan Hutan Pelangi.

"Untuk Hutan Pelangi atau rainbow forest, tidak hanya eucalyptus. Jadi banyak beberapa pohon-pohon langka di Indonesia kebetulan ditempatkan di Hutan Pelangi," paparnya.

Dijelaskannya juga, tahapan saat ini yang dilakukan adalah penyiapan dossier atau dokumen materi, dan nantinya akan diajukan ke UNESCO. Termasuk di dalamnya menyiapkan kajian ilmiah terhadap situs yang diusulkan.

"Kita juga dibantu badan pengelola, yang terdiri dari tim ahli yang sesuai bidangnya. Ahli biologi, geologi dan ahli budaya. Serta kaitan dengan pemberdayaan dan pendidikan masyarakat, juga ada ahli lingkungan dan ekosistem," terang Arif.

Adapun penyiapan fasilitas dasar Geopark, seperti science board, papan narasi dan sebagainya diperkirakan selesai Bulan Oktober dan November ini.

 "November selesai dan diajukan ke UNESCO," tutupnya.

Untuk diketahui, 18 situs terdiri dari geologi, biologi dan budaya yang diajukan ke UNESCO Global Geopark itu tersebat di tiga kecamatan. Kecamatan Ijen, Sumberwringin dan Cermee. Salah satunya adalah Hutan Pelangi di Sumberwringin Bondowoso. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00