Meskipun Puluhan Karyawannya Positif COVID-19, Pabrik Udang Tetap Beroperasi

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Situbondo, Syaifullah. (Foto Diana Arista).

KBRN, Situbondo : PT Panca Mitra Multi Perdana (PMMP) belum ada rencana untuk merumahkan atau menutup usahanya, meski hampir 100 karyawannya sudah terkonfirmasi positif COVID-19.

Hal ini dikarenakan pertimbangan ekonomi di tengah pandemi ini, mengingat perusahaan di bidang pengolahan udang itu, bersifat padat karya dengan 5 ribu lebih karyawan.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, bahwasanya di tengah pandemi ini, antara kesehatan dengan ekonomi harus berjalan seiring," ujar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, yang juga menjabat sebagai Sekda Pemkab Situbondo, Syaifullah, Selasa (4/8/2020).

Gugus tugas hanya memberikan rekomendasi diantaranya; agar perusahaan tersebut membentuk pendamping karyawan yang bertugas mengantarkan karyawan yang punya keluhan sakit ke puskesmas terdekat, mengkarantina karyawan yang positif COVID-19, dan memberikan kompensasi.

"Perusahaan sudah melakukan itu semua. Termasuk memberi kompensasi berupa beras 10 kilogram, gula, vitamin, dan uang sebesar Rp200.000," beber Syaifullah.

Diinformasikan sebelumnya, sekitar 94 karyawan pabrik udang di Desa Landangan Kecamatan Kapongan, Situbondo, terkonfirmasi positif COVID-19, setelah dilakukan tes swab oleh gugus tugas.

Jumlah tersebut akan terus bergerak mengingat gugus tugas baik Situbondo maupun Bondowoso menunggu hasil swab terhadap ribuan orang karyawan yang punya kontak erat dengan pasien COVID-19.

Perlu diinformasikan juga, bahwasanya pabrik udang yang dikenal dengan pabrik salem ini, mempekerjakan sekitar 5 ribu lebih karyawan yang berasal dari Situbondo dan Bondowoso.

"Dari 96 yang terkonfirmasi positif virus corona itu, 56 orang diantaranya merupakan warga Bondowoso. Selebihnya adalah warga Situbondo," imbuh Syaifullah. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00