Musim Kemarau, 46 Desa Di Bondowoso Waspada Kekeringan

Kepala BPBD Bondowoso Kukuh Triyatmoko

KBRN, Bondowoso: Memasuki musim kemarau, sebanyak 46 desa di 16 Kecamatan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, waspada dilanda kekeringan. 

Hingga kini, terdapat 8 desa di 5 Kecamatan sudah dilanda kekeringan  dan membutuhkan air bersih. Diantaranya di Dusun Kedawung, Desa Botolinggo, Kelurahan Badean, Desa Purnama, Desa Patemon Kecamatan Tlogosari, Desa Maesan.

" Tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Tahun lalu hanya empat Kecamatan sekarang lima," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kukuh Triyatmoko saat dikonfirmasi RRI, Kamis (30/7/2020).

Untuk menanggulangi masalah tersebut, setiap hari BPBD Bondowoso telah mendroping 10 ribu liter dari dua tangki air bersih untuk disalurkan ke beberapa wilayah yang mengalami kekeringan. 

"Kita dropping sesuai dengan kebutuhan masyarakat," kata Kukuh usai menghadiri rapat di Wisma Wabup, Rabu (29/7/2020).

Ia menerangkan, musim kemarau di kota Tape Bondowoso sudah terjadi mulai bulan April, diperkirakan berakhir sampai bulan Oktober 2020. Selain kekeringan, BPBD Bondowoso juga mewaspadai kebakaran hutan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

"Kita waspadai itu, karena tahun kemarin hutan di Bondowoso cukup banyak yang terbakar," katanya.

Salah satu antisipasinya dengan menggunakan satelit yang dapat mengetahui titik-titik api yang biasanya terjadi.

"Melalui informasi dari satelit, api kecilpun disitu umpama ada orang membakar sampah biasanya terdeteksi, kita dapat informasi dan kita datangi untuk memantau kejadian," imbuhnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat, jika terpaksa melakukan aktivitas pembakaran untuk keperluan di sekitar hutan harus dijaga, jangan sampai apinya meluas.

"Apalagi sekarang angin juga kencang, ini juga berpotensi dapat memperluas api. Karena, ketika ada orang yang sedang membakar sampah dari api yang kecil karena angin dan tidak bisa teratasi, kemungkinan besar dapat meluas," pungkasnya. (san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00