Jalan Desa Rusak Parah, Warga Sliwung Marah

Warga Desa Sliwung saat melurug PT Aditya Bali. Minggu (12/7/2020) (Foto Diana).

KBRN, Situbondo : Puluhan warga Blibis Desa Sliwung, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menagih janji perusahaan yang bergerak di bidang aspal untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat lalu lalang kendaraan truk bermuatan besar.

Truk yang lalu lalang dengan muatan itu, milik PT Aditya Bali. Jalan yang merupakan akses utama itu kini rusak parah, dan menjadi penyebab kecelakaan yang kerapkali terjadi di sepanjang jalan yang rusak itu.

"Ini sudah kedua kalinya kami meminta kepada perusahaan aspal, agar segera memperbaiki akses jalan utama yang kondisinya rusak parah," ujar Saiful Gufron, salah satu dari puluhan warga yang menggerudug perusahaan aspal di Desa Sliwung, Minggu (12/7/2020).

Saiful Gufron mengaku, sudah dua kali warga Blibis mendatangi perusahaan yang bergerak di bidang aspal itu, namun tetap tidak digubris. Kondisi jalan tetap rusak, bahkan makin parah.

"Perbaikan jalan belum dilakukan hingga saat ini," tegas Saiful Gufron.

Warga berencana, akan mengadukan hal ini ke DPRD agar ijin usaha PT Aditya Bali dicabut, lantaran abai terhadap tanggungjawabnya dengan tidak memperbaiki jalan yang menjadi akses utama masyarakat setempat.

"Secepatnya kita adukan ke Dewan, dan mendesak pemkab agar ijin usahanya dicabut," katanya.

Sementara itu, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Gede Ariya Wiratama, pemilik PT Adtiya Bali mengaku akan mengusulkan perbaikan jalan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat.

"Kami akan mengusulkan kepada dinas PUPR agar jalan tersebut dinaikkan menjadi tipe D, yaitu menjadi jalan kawasan perindustrian," bebernya.

Kata Gede, jalan di daerah kawasan Ardirejo dan Sliwung masih tipe C sehingga pihaknya tidak bisa memperbaiki jalan yang rusak. Bisa diperbaiki, jika sudah menjadi tipe D yaitu untuk kawasan perindustrian.

"Kami tidak bisa memperbaiki secara total. Kecuali sudah tipe D," tegas Gede.

Informasi dihimpun RRI, wilayah Ardirejo dan Sliwung, merupakan kawasan industri. Setiap hari truk bermuatan besar lalu lalang di kawasan tersebut.

Tak hanya truk milik PT Aditya Bali, namun juga truk milik perusahaan rumput laut dan mebel, yang menyebabkan kondisi jalan rusak parah. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00