Nenek Sebatang Kara Sumringah Dapat BST

Nenek Hatija (73) saat menerima BST di Kelurahan Patokan Kecamatan Situbondo. Selasa (7/7/2020) (Foto Diana).

KBRN, Situbondo : Warga Kelurahan Patokan Kecamatan Situbondo, Jawa Timur, kembali menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) senilai Rp600.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan.

Hatija (73), salah satu penerima BST sumringah saat menerima uang senilai Rp600.000 itu. Katanya, uang bantuan sosial dari kelurahan itu akan digunakan untuk membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya.

"Beli beras, beli minyak, beli gula," ujarnya usai menerima bantuan di Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, Selasa (7/7/2020).

Hatija hidup sebatang kara, dan tinggal di rumah kontrakan yang sangat sederhana, tepatnya di RT/RW 03/04. BST yang diterimanya sangat membantu memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena selama ini, ia hidup dari belas kasihan tetangganya.

Sementara itu, Plt. Lurah Patokan, Joko Supratikno, mengaku, ada 114 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan Patokan yang menerima bantuan sosial tersebut.

"Ini penyaluran bantuan sosial tahap kedua. Tahap ketiga atau terakhir, kemungkinan bulan ini juga disalurkan," bebernya.

Kata Joko Supratikno, seluruh warganya yang berstatus sangat miskin, miskin, hampir miskin, dan rentan miskin, terakomodir sebagai penerima bantuan, baik yang bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah.

"Empat klaster sesuai dengan data analisis kemiskinan partisipatif milik pemda, sudah terakomodir," imbuh Joko.

Sedangkan BST yang bersumber dari Kemensos RI senilai Rp600.000, Joko mengaku sudah melakukan evaluasi dengan menyandingkan data analisis kemiskinan partisipatif (AKP).

Ia bahkan mencoret sekitar 100 KPM karena dinilai tidak layak sebagai penerima, dengan beberapa alasan diantaranya; sudah sejahtera dan merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Ada sekitar 100 KPM yang saya coret dan kita laporkan ke Dinsos karena tidak tepat sasaran," tutupnya.

Pantauan RRI, karena penyaluran bantuan sosial di tengah pandemi COVID-19. Kelurahan menerapkan protokol COVID-19 secara ketat. Setiap orang yang datang diperiksa suhu tubuhnya, menjaga jarak, dan diwajibkan bermasker. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00