Ribuan Petugas Penyelenggara Pilkada Ikuti Rapid Test

Penyelenggara Pilkada saat di-rapid test. Selasa (7/7/2020) (Foto Diana).

KBRN, Situbondo : Seluruh petugas penyelenggara pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mulai dari PPK, PPS hingga petugas PPDP, di-rapid test, Selasa (7/7/2020).

Menurut Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas, dan SDM, KPU Situbondo, Imam Nawawi, rapid test dilakukan untuk memastikan penyelenggara pilkada dalam kondisi sehat dan aman dari virus corona.

"Ini untuk memastikan petugas kami aman dari COVID-19, sehingga bisa menambahkan kepercayaan masyarakat dan respon terhadap kegiatan KPU," ujarnya di sela memantau kegiatan rapid test, di halaman kantor KPU.

Imam mengemukakan, rapid test diagendakan sebanyak tiga tahap. Tahap pertama di bulan ini, tahap kedua pada bulan Nopember, dan tahap ketiga akan dilakukan seminggu sebelum hari pencoblosan, bersama-sama dengan petugas KPPS.

"Rapid test diagendakan tiga kali, dan ini yang pertama. Yang ketiga nanti bersama dengan petugas KPPS," tegasnya.

Selain rapid test, petugas penyelenggara ini akan dibekali dengan alat pelindung diri (APD), seperti masker, sarung tangan, pelindung wajah, dan antibakteri atau handsanitizer, saat bertugas.

"Mulai tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus, petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) akan melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Dalam menjalankan tugasnya, kami bekali mereka APD," bebernya.

Sementara untuk zona merah, Imam mengaku sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, agar petugas penyelenggara mendapat pelayanan dan pengawasan secara ketat.

"Untuk zona merah, kita intensif berkoordinasi dengan gugus tugas, agar lebih memberikan pelayanan dan pengawasan terhadap petugas kami di lapangan terutama yang berada di zona merah," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang petugas PPS, Anas Wijaya mengaku, rapid test sangat penting dilakukan di tengah pandemi COVID-19 untuk memastikan penyelenggara pemilu aman dari virus corona.

"Ini merupakan tahapan untuk memastikan bahwa penyelenggara pemilu itu aman. Sehingga tidak menjadi sumber penyebaran coronavirus," ujarnya.

Pantauan RRI, rapid test atau skrining awal diikuti oleh sekitar 2.200 petugas mulai dari PPK, PPS, dan PPDP, yang dilaksanakan selama tiga hari.

"Hasilnya akan kita umumkan hari Kamis, 9 Juli, karena rapid testnya terakhir Rabu besok," imbuh Imam Nawawi. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00