Tak Ada Lagi Desa Di Bondowoso Masuk Kategori Tertinggal, Ini Rahasianya !

Kepala DPMD Bondowoso (paling kiri)

KBRN, Bondowoso: Pemutakhiran Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2020 memutuskan dua desa di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, lepas dari kategori desa tertinggal. Dua desa tersebut yakni Desa Klekean dan Penang, Kecamatan Botolinggo kini masuk desa berkembang dari status sebelumnya tertinggal.

Kepala Dinas Pembinaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bondowoso, Abdurrahman, mengatakan bahwa pemutakhiran data IDM rutin  dilakukan setiap tahun sebagai salah satu syarat untuk menentukan pagu Dana Desa (DD).

" Jadi sekarang di Bondowoso itu yang ada desa berkembang, desa maju dan desa mandiri," jelas Abdurrahman saat dikonfirmasi RRI melalui sambungan telepon selularnya, Sabtu (4/7/2020).

Menurutnya, terdapat lima kriteria status desa sebagai dasar regulasi Kementerian Desa (Kemendes). Yakni desa sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, desa maju dan desa mandiri.

" Kalau indikatornya banyak. Ratusan, mas," katanya. 

Selain itu, dalam penentuan status sebuah desa, terdapat tiga indeks komposit yang menjadi acuan penilaian yakni indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi dan indeks ketahanan lingkungan. 

Sehingga, sebanyak 209 desa dapat dipastikan tidak ada yang masuk kategori desa tertinggal. Untuk itu, Abdurrahman berharap semua desa tersebut minimal mampu mempertahankan nilainya masing-masing setiap tahun.

" Tetapi lebih baik lagi kalau mereka meningkatkan, " tambahnya.

Setiap desa bisa mempertahankan atau meningkatkan nilai masing-masing melalui dukungan dana desa. Misalnya indeks ketahanan sosial di bidang kesehatan yang berkaitan dengan jambanisasi, pemeriksaan ibu hamil dan lain sebagainya.

"Walaupun dia masuk desa berkembang, kan pasti ada indeks dari indikator itu yang masih kurang. Yang kurang itu yang harus disupport dari dana desa," urainya.

Tercatat, saat ini desa berkembang di kota Tape berjumlah 144 desa, 64 desa maju dan 1 desa mandiri. 

Sementara itu, Tenaga Ahli Pendamping Desa Bondowoso, Sutrisno, mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras bersama. Salah-satunya berkat Pendamping Desa (PD) yang selama ini memfasilitasi dan mendampingi Desa dalam memanfaatkan Dana Desa (DD) untuk pembangunan. 

Sutrisno mengatakan jika Pendamping Desa mempunyai peran penting dalam mengevaluasi dan memproyeksikan arah pembangunan Desa demi terwujudnya desa mandiri.

"Makanya pendamping ketika memfasilitasi tidak lepas dari indek tahun sebelumnya. Makanya tahu kekurangannya," pungkasnya. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00