Situbondo Belum Bisa Terapkan Tatanan Kehidupan Baru

Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi, membahas perbup tatanan kehidupan baru. (Foto Diana)

KBRN, Situbondo : Meski Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, sudah menyiapkan peraturan bupati (perbup) tentang tatanan kehidupan baru atau new normal. Namun kenyataan di lapangan berbanding terbalik.

Bahkan, Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi menilai tidak mungkin Situbondo menerapkan tatanan kehidupan baru, mengingat potensi tingkat penularan COVID-19 masih cukup tinggi.

"Impian kita bagaimana new normal berlaku di Situbondo. Syaratnya ya harus zona kuning atau hijau dulu," ujarnya kepada RRI, Kamis (2/7/2020).

Sugandi mengemukakan, Saat ini Situbondo masih berada di zona merah kelima, setelah Surabaya, Mojokerto, Malang, dan Kediri. Untuk keluar dari zona merah menjadi oranye, butuh sinergitas yang kuat antara gugus tugas dengan seluruh elemen masyarakat, sehingga angka positif COVID-19 bisa ditekan.

"Estimasinya, 10 orang masih berpotensi menularkan kepada 13 orang. Ini harus bisa ditekan, sampai tidak ada penularan lagi, baru bisa menerapkan new normal," beber Sugandi.

Hal senada diungkapkan Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto. Ia mengaku, bahwa penularan COVID-19 di Situbondo masih cukup tinggi, yaitu 10 orang berpotensi menularkan kepada 13 orang.

Kondisi ini dikarenakan masih banyak masyarakat yang belum menerapkan standar protokol kesehatan COVID-19 secara patuh, seperti sesering mungkin mencuci tangan setiap kali beraktivitas dan menggunakan masker, khususnya saat keluar dari rumah.

"Kita dorong terus, supaya protokol kesehatan COVID-19 ini menjadi kebutuhan pokok masyarakat," ujar Bupati.

Catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Situbondo, sebanyak 97 orang terkonfirmasi positif COVID-19, 70 orang diantaranya dalam perawatan, meninggal dunia 9 orang dan dinyatakan sembuh 18 orang. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00