Dewan Soroti Kantor Sekkab Situbondo Lantaran Tak Terapkan Standar Protokol Kesehatan COVID-19

Satpol PP sedang bertugas di ruang lobi kantor Sekkab Situbondo. Rabu (1/7/2020) (Foto Diana).

KBRN, Situbondo: Kantor Sekretariat Daerah Situbondo, Jawa Timur, menjadi sorotan wakil rakyat setempat. Sebab sampai saat ini, kantor Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto itu, belum menerapkan protokol kesehatan COVID-19 sesuai standar.

Menurut Anggota DPRD Situbondo, Hadi Priyanto, sebelum Peraturan Bupati atau perbup tentang tatanan kehidupan baru atau new normal, disahkan. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan harus sudah menjadi kebiasaan masyarakat, khususnya di instansi pemerintahan.

"Sebelum perbup ini disahkan, protokol kesehatan COVID-19 harus diterapkan dulu, khususnya di instansi pemerintahan. Apalagi Situbondo masih berada di zona merah," tegas Hadi kepada RRI, Rabu (1/6/2020).

Hadi mengemukakan, hampir di semua instansi, penerapan protokol kesehatan COVID-19 kendor. Seperti tidak dilakukan pengukuran suhu tubuh terhadap tamu atau pegawai yang masuk kantor. Bahkan, orang yang masuk dibiarkan begitu saja meskipun tidak mencuci tangan terlebih dulu.

"Di perbup itu mengatur orang yang masuk perkantoran atau tempat umum lainnya. Kalau instansi pemerintahan termasuk kantor DPRD belum menerapkan protokol kesehatan COVID-19, bagaimana perbup bisa berjalan mulus," ungkap politisi partai besutan mantan Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono ini.

Sementara itu Sekda Situbondo, Syaifullah mengaku, proses perbup masih terus berlanjut sembari menyerap aspirasi masyarakat kalangan bawah, seperti pelaku usaha tenda, salon, pertokoan dan lainnya.

"Kita serap aspirasi dari bawah dulu, baru kita undangkan," ujarnya singkat.

Ia mengaku, sebelum penerapan perbup, sosialisasi kepada masyarakat akan dilakukan secara masif, seperti pasar, terminal, perkantoran, dan tempat pelayanan publik lainnya, mulai dari perkotaan hingga perdesaan.

"Kita sosialisasikan dulu tentang tatanan kehidupan baru atau new normal. Agar masyarakat tidak salah menafsirkan," beber Syaifullah.

Pantauan RRI, Kantor Sekretariat Daerah Situbondo memberlakukan protokol kesehatan COVID-19 yang belum standar. Tamu yang datang hanya diminta membubuhi tanda tangan tanpa harus mencuci tangan ataupun di ukur suhu tubuhnya. Pun pegawai kantor setempat.

Sementara penggunaan masker sudah hampir merata. Sekitar 90 persen warga Situbondo sudah menggunakan masker saat keluar rumah. Bahkan, ada juga yang menggunakan face shield, untuk pengaman wajah. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00