Tambah 8 Orang Warga Situbondo Positif COVID-19

Peta sebaran COVID-19 di Kabupaten Situbondo. (Foto istimewa).

KBRN, Situbondo: Akibat tidak patuh terhadap protokol kesehatan COVID-19, dengan tidak menghindari kerumunan. Akhirnya ada penambahan klaster baru penularan virus corona di Situbondo, Jawa Timur.

Sebanyak 8 orang dinyatakan positif virus corona, dengan klaster jemaah masjid Desa Olean Kecamatan Situbondo. Sebelumhya, sekitar 200 lebih jemaah masjid Olean dan keluarganya di-rapid test, dan 40 orang diantaranya dinyatakan reaktif.

"Kerumunan tetap tidak dipatuhi oleh masyarakat. Mereka tetap melaksanakan shalat tarawih berjemaah tanpa mengindahkan protokol kesehatan COVID-19," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Situbondo, Abu Bakar Abdi, Kamis (28/5/2020).

Abu Bakar Abdi yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan itu merinci. Dari 8 orang yang dinyatakan terkonfirmasi COVID-19, 7 orang diantaranya merupakan klaster jemaah masjid Olean. Sedangkan 1 orang lagi, diduga tertular dari warga luar daerah Situbondo.

"5 orang merupakan keluarga tuan S, takmir masjid Olean. Tuan S menularkan kepada istri, anak, menantu dan cucunya yang masih anak-anak," bebernya.

Dari 40 swab yang dikirim ke Balai Besar Tehnik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya, masih 14 orang yang diketahui hasil swabnya. Sisanya akan turun secara bertahap.

"Masih 14 yang turun, 8 diantaranya positif virus corona, dan empat orang lainnya negatif, termasuk pegawai KDS," ujarnya.

Sesuai dengan rencana awal, empat wilayah yakni Desa Wringinanom Kecamatan Panarukan, Desa Olean Kecamatan Situbondo, dan Desa Tenggir dan Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji, akan dilakukan isolasi wilayah.

"Harus kita isolasi wilayah, tapi masih sebatas isolasi rumah. Tapi kalo warganya bandel, terpaksa kita isolasi di tempat karantina yang disediakan pemerintah," ungkapnya.

Berdasarkan peta sebaran COVID-19 Situbondo, per tanggal 28 Mei 2020. Tercatat 20 orang positif virus corona dengan rincian,11 orang sembuh, 1 orang meninggal dunia, 6 orang isolasi mandiri di rumahnya, dan 2 orang menjalani rawat inap.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 39 orang. 30 orang diantaranya selesai diawasi, 6 orang menjalani rawat inap dan 3 orang isolasi mandiri.

Sementara orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 438 orang. 350 orang diantaranya selesai dipantau. Dan selebihnya yaitu 88 orang menjalani isolasi mandiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00