Ketua DPRD Bondowoso Apresiasi Kampung Tangguh Jadi Edukasi Kesadaran Masyarakat

KBRN, Bondowoso: Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir mengapresiasi pembentukan Kampung Tangguh dalam rangka penanganan Covid-19 di Kabupaten Bondowoso. 

"Yang utama  adalah, yang selama ini adalah top down melaksanakan intruksi. Tapi harapannya,  bottom up. Kesadaran masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan Covid-19," jelasnya saat dikonfirmasi awak media, Kamis (28/5/2020).

Dia berharap upaya tersebut menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Yakni, meningkatkan kesadaran pencegahan Covid-19 yang tumbuh dari bawah atau bottom up, dan tidak seperti sebelumnya melaksanakan intruksi atau top down. 

Dhafir menilai bahwa rencana pemerintah pusat untuk menerapkan new normal, masih perlu diberi motivasi dan memberikan pemahaman ke masyarakat agar supaya betul-betul tangguh. 

Yakni tangguh dalam pencegahan Covid, tangguh dalam budaya, tangguh dalam ideologi, tangguh dalam keamanan, termasuk tangguh dalam logistik. 

"Kalau hari ini pemerintah pusat sudah merencanakan new normal. Kita sudah sampai di langkah ke berapa.  New normal itu kan setelah PSBB dan sebagainya. Sementara kita tahu masyarakat kita tingkat kesadarannya masih rendah.  Sehingga, Kampung tangguh ini akan menjadi pilot project untuk desa-desa tetangga dan sebagainya,"katanya. 

Sementara itu, Bupati Salwa Arifin yang mengatakan, bahwa akan membentuk kampung tangguh di 23 kecamatan. Yang masing-masing kecamatan akan memiliki satu kampung tangguh. 

"Itu nanti di setiap kecamatan ada satu desa, nanti bisa dikembangkan lagi menjadi tiga,"katanya usai mengikuti Rakor pembentukan Kampung Tangguh di Aula Polres Bondowoso.

Di "kota tape" sendiri saat ini telah dibentuk kampung tangguh pertama di Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso. 

Di sana setiap warga dari luar akan menjalani protokol pemeriksaan di setiap portal yang memang telah di pasang di masing-masing perbatasan kelurahan Nangkaan. 

Selain itu, juga telah disiapkan ruang karantina di sekolah yang ditunjuk, lengkap dengan fasilitas kamar mandi. 

Kemudian juga terdapat, kawasan physical distancing, dan disiapkan lumbung pangan untuk warga sekitar. Bahan-bahan yang disiapkan di lumbung pangan tersebut dikumpulkan dari warga sekitar secara swadaya. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00