Rapid Test Empat Pegawai RSUD Abdoer Rahem Terdeteksi Reaktif

Direktur RSUD Abdoer Rahem Situbondo, dr. Toni. (Foto Diana Arista).

KBRN, Situbondo: Empat orang karyawan RSUD Abdoer Rahem Situbondo, Jawa Timur, dinyatakan reaktif hasil rapid test yang dilakukan oleh pihak rumah sakit milik pemerintah daerah itu. Mereka merupakan pejabat struktural dan satu orang staf.

"Pejabat struktural hasil rapid test reaktif, karena suaminya merupakan jemaah masjid Desa Olean, yang akhirnya menularkan virus ke teman sekantornya," ujar Direktur RSUD Abdoer Rahem, dr. Toni, Rabu (27/5/2020).

Guna meminimalisir potensi penularan virus yang diduga kuat COVID-19 itu, pihak rumah sakit akan melakukan rapid test terhadap seluruh pegawai RSUD Abdoer Rahem, yang mencapai 500 orang.

"Hari ini kita akan memulai melakukan rapid test terhadap seluruh karyawan RSUD. Ada 70 alat rapid test yang sudah ada, dan akan ada tambahan dari Dinas Kesehatan setempat," bebernya.

Empat orang karyawan tersebut saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Pihak rumah sakit menanggung biaya pemenuhan asupan gizinya, untuk meningkatkan imunitas yang bersangkutan.

"Selama 14 hari mereka diliburkan, sembari menunggu hasil swab. Kami berikan kompensasi uang makan untuk pemenuhan gizinya," aku dr. Toni.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Abu Bakar Abdi, mengaku, telah menyiapkan ratusan alat rapid test untuk pegawai rumah sakit.

"Sudah kita siapkan. Hari ini sudah kita serahkan 70 alat rapid test, dan akan kita tambah sesuai kebutuhan," tegas Abu Bakar Abdi.

Abu Bakar Abdi awalnya menyangka, pegawai rumah sakit tertular dari pasien virus corona yang sedang dirawat di RSUD Abdoer Rahem. Namun ternyata, mereka tertular dari klaster Masjid Olean Kecamatan Situbondo.

"Setelah dilakukan tracing, ternyata salah satu pejabat RSUD itu merupakan jemaah Masjid Olean yang hasil rapid testnya reaktif," bebernya.

Diinformasikan RRI sebelumnya, dua orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang merupakan takmir Masjid Olean, dirawat di RSUD Abdoer Rahem dan terindikasi COVID-19.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 akhirnya melakukan rapid test terhadap ratusan orang yang terdiri dari jemaah masjid dan warga yang tinggal disekitar masjid Olean, meliputi warga Desa Olean Kecamatan Situbondo, dan Desa Tenggir Kecamatan Panji.

Hasil rapid test menyebutkan, terdeteksi 40 orang yang reaktif dan saat ini sedang menunggu hasil swab dari Balai Besar Tehnik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP), Surabaya.

"Butuh waktu cukup lama menunggu hasil swab, karena hanya dua tempat yang beroperasi, yaitu BBTKLPP dan BBLK. Sedangkan ITD RS Unair masih lockdown karena ada petugasnya yang terpapar COVID-19," urainya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00