Komisi III DPRD Situbondo Kecewa, PLN Tak Ditempat

KBRN, Situbondo: Rombongan komisi III DPRD Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kecewa saat mendatangi kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), PLN di Situbondo, Kamis (6/2/2020). Tak ada satupun pegawai PLN yang menemui wakil rakyat ini. Wakil rakyat ini berniat mengklarifikasi terkait sanksi denda terhadap  beberapa masjid dan yayasan pendidikan dengan jumlah jutaan rupiah. Sanksi dilayangkan tiba-tiba oleh PLN tanpa ada teguran atau pemberitahuan terlebih dulu. "Banyak pengaduan masyarakat yang kami terima. Katanya, masjid dan yayasan pendidikan mendapat sanksi dari PLN hingga Rp8 juta," ujar Ketua Komisi III DPRD Situbondo, Bashari Shanhaji, saat berada di ruang tunggu kantor UP3 PLN. Ada empat lembaga yang terdiri dari dua masjid dan dua yayasan pendidikan, yang dikenakan sanksi oleh PLN. Keempat lembaga itu terdapat lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berada di luar lembaga.  "PJU ada di luar masjid, hanya saja lampunya menghadap ke masjid, mungkin karena angin," terangnya. Bashari mengemukakan, semestinya, PLN tidak langsung mengirimkan surat sanksi kepada lembaga, sebab ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, seperti teguran tertulis atau sejenisnya. Namun seolah-olah punya kuasa, PLN langsung melayangkan sanksi yang harus dibayar oleh lembaga. "Sanksinya itu bervariasi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp8 juta. Bahkan, satu masjid ada yang sudah membayar Rp8 juta, tapi anehnya lampunya sampai sekarang masih mati," bebernya. Pantauan RRI, rombongan komisi III DPRD Situbondo, tiba di kantor UP3 sekira pukul 11.30 WIB. Mereka menunggu di lobi beberapa jam. Informasi dari Satpam setempat, seluruh pegawai PLN di kantor UP3 sedang menghadiri rapat di Hotel dan Resto Utama Raya, yang berada di Kecamatan Banyuglugur, ujung barat Situbondo. DIN /PW

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00