Disnakkeswan Optimis Sukseskan Penyuburan 10 Ribu Hektar Lahan Pertanian Dengan Pupuk Organik

KBRN, Situbondo: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Situbondo, Jawa Timur, optimis mampu menyukseskan pencanangan 10 ribu hektar lahan pertanian menggunakan pupuk organik di 2021 mendatang. "Penyuburan tanah ini modal utamanya ada di kotoran hewan. Dan potensi kita sangat menjanjikan," ujar Kepala Disnakkeswan Situbondo, M. Hasanuddin Riwansia, di sela acara Familiy Gathering bersama keluarga besar Disnakkeswan, Sabtu (25/1/2020). Ia mengaku, populasi sapi di Situbondo saat ini mencapai 180 ribu ekor. Estimasinya, seekor sapi bisa menghasilkan 12 kilogram pupuk organik. Jumlah tersebut mampu mencukupi bahkan lebih untuk kebutuhan pupuk organik seluas 10 ribu hektar lahan. "Andaikata terkelola dengan baik, dan tidak ada yang terlewati, dengan potensi sapi yang kita miliki mampu mengover sekitar 400 juta hektar lahan. Sementara lahan yang kita miliki hanya 38 ribu hektar," beber Udin, sapaan akrabnya. Udin mengaku, selama ini yang menjadi masalah utama dalam pengelolaan pupuk organik adalah mengubah pola pikir para petani. Dengan adanya pencanangan penyuburan tanah, menjadi angin segar bagi Disnakkeswan untuk menyinergikan kembali dengan organisasi perangkat daerah terkait. "Dengan sinergi ini, mudah bagi kita untuk mencapai target. Kita gencarkan sosialisasi melalui OPD dan pemerintahan desa tentang pupuk organik, termasuk melatih mencetak pengusaha pupuk organik," bebernya. Udin mengklaim, hasil uji coba terhadap lahan pertanian yang menggunakan pupuk organik murni, hasilnya sangat memuaskan. Harga pokok produksi beras jenis premium hanya Rp4.500 per kilogram. Dengan catatan harus mengikuti standar operasional prosedur (SOP). "Kita bukan hanya memproduksi pupuk organik, tetapi juga telah melakukan uji coba di lapangan," imbuhnya. Kegiatan family gathering juga sangat membantu dalam optimalisasi kinerja Disnakkeswan. Karena melalui kegiatan yang melibatkan keluarga besar Disnakkeswan ini, bisa memantapkan kembali sinergitas dalam mengolah pupuk organik. "Kita jadikan ini sebagai ajang silaturrahim dan sharing dengan keluarga besar termasuk mantan pejabat yang sudah purna tugas dan beberapa komunitas pecinta hewan," ungkapnya. Pantauan RRI, selain ada bincang-bincang santai seputar kegiatan Disnakkeswan, ada juga berbagai macam lomba bagi anak-anak dan dewasa untuk menumbuhkan keakraban satu sama lain. Sementara komunitas yang diundang diantaranya, komunitas seal, musang lovers, ayam hias, iguana, kambing etawa, domba merino dan domba ekor gemuk. "Ada lomba estafet karet, bakiak, gendong istri, masukkan paku dalam botol, dan makan kerupuk. Ini baru pertama kali kita rayakan ultah Disnakkeswan ke-26 semereriah ini," imbuh Udin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00