Pemkab Perlu Kaji Ulang, Kemiringan Jalan Menuju Plaza Rengganis

KBRN, Situbondo: Kecelakaan tunggal yang terjadi di kawasan wisata Plaza Rengganis Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Sabtu, 7 Desember 2019, mendapat tanggapan serius dari sejumlah warga Sumbermalang. Salah satunya Arief Hidayat (31), warga Desa Tlogosari, Kecamatan Sumbermalang. Menurutnya, kemiringan jalan menuju wisata Plaza Regganis perlu dikaji ulang, jangan sampai berwisata berujung petaka. "Pemerintah jangan hanya bisa membangun, selayaknya juga melengkapi proteksi keselamatan," kata Arief Hidayat saat dikonfirmasi RRI, Minggu (8/12/2019). Jurnalis salah satu media nasional ini mengaku, sebelum jalan menuju kawasatan wisata Plaza Rengganis diaspal, orang mencari rumput menggunakan sepeda motor aman-aman saja saat melintasi jalan makadam. Namun setelah jalannya diperbaiki, risiko rawan kecelakaan semakin tinggi. "Sekarang jalannya bagus, tapi risikonya jatuh ke jurang kalo rem blong," tambah Arif. Arief menyarankan, sebaiknya ada petugas dari pemerintah daerah yang menjaga portal, dengan memberlakukan tiket masuk. Kendaraan yang tidak layak seharusnya dilarang masuk menuju wisata yang memiliki medan menanjak dan menikung tajam itu.  "Larang kendaraan tak layak, tertibkan tiket masuk. Lumayan bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD)," tambahnya. Diinformasikan sebelumnya, Sabtu, 7 Desember 2019, pemerintah menggelar acara musik Symphoni Rengganis di Desa Baderan Kecamatan Sumbermalang. Acara yang dimulai sejak sore dan berakhir sekitar pukul 22.30 WIB itu, dihadiri ratusan orang, khususnya warga Sumbermalang. Malang tak dapat ditolak, sebuah motor Honda Vario P4844 FI yang dikendarai pasutri dan anaknya jatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 100 meter, diduga mengalami rem blong. Kendaraan itu hilang kendali saat melaju di jalan turun dan menikung. "Usai pagelaran musim Symphoni Rengganis, pasutri yang membawa serta anaknya berusia 8 tahun, mengalami kecelakaan dan sepeda yang dikendarai jatuh ke jurang," terang Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono. Sang suami, Dedi (36) tewas akibat luka berat di tubuhnya. Dedi meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas terdekat. Sementara istrinya, Wanti Rosidi (26) dan Abd Rasid (8), selamat dari maut, dan saat ini sedang dirawat intensif di rumah sakit. "Sang anak dirawat di RSUD Besuki karena mengalami gegar otak, dan sang ibu harus dirujuk ke RSUD Jember karena mengalami patah tulang tangan kanan dan patah punggung sebelah kiri," terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00