HDI 2019, Disabilitas Jember : Beri Kami Ruang Berkreasi

KBRN, Jember - Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019 diharapkan tidak hanya menjadi momentum rutin tahunan saja, melainkan dijadikan suatu renungan pihak Pemerintah Pusat maupun daerah atas janji-janji sebagaimana tertuang dalam Peraturan Perundang undangan yang berlaku.

Hal itu terungkap dalam dialog Hari Disabilitas Internasional 2019 bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember yang diselenggarakan di Auditorium LPP RRI Jember.

Ketua Panitia Hari Disabilitas Internasional, Sugianto mengungkapkan, meski pihak pemerintah daerah sudah memberikan payung hukum bagi kaum Disabilitas berupa Peraturan Daerah (Perda) namun masih ada sejumlah point yang belum bisa dirasakan bagi kaum Disabilitas utamanya adalah peluang kerja serta ruang khusus ekonomi kreatif.

"Sejak terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Disabilitas, masih ada beberapa yang belum bisa kami rasakan seutuhnya. Contoh, peluang kerja serta ruang khusus untuk mengembangkan bakat kami (Disabilitas, Red.) utamanya handicraft atau kerajinan tangan yang selama ini bingung untuk pemasarannya. Sehingga komunitas kami hanya menyalurkan di rumah milik pribadi saja, inilah yang jadi penghambat kemajuan sistem perekonomian kami", ungkap Sugiarto kepada RRI, Kamis (05/12/19).

Menanggapi hal itu, anggota komisi C DPRD Jember, Agusta Jaka Purwana yang hadir dalam dialog berjanji akan berkomunikasi intens dengan Pemkab Jember untuk segera merealisasikan hak Disabilitas yang belum terpenuhi.

"Kami sangat mempersilahkan bagi saudara-saudara kami dari kaum Disabilitas untuk menjembatani segala aspirasi yang belum terealisasi. Dan secepatnya, apa yang diinginkan akan segera terwujud", ujar Agusta.

Sementara itu kepala LPP RRI Jember, Drs. H. Sutrisno, Amd. juga berkomitmen memberi ruang khusus untuk menampung segala kreasi dan aspirasi agar seluruh hak kaum Disabilitas bisa sejajar dengan kaum mayoritas.

"Kami selaku tuan rumah (LPP RRI) sangat bangga bisa menampung keinginan saudara kita, karena mereka juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh kita serta memiliki hak yang sama untuk bisa menikmati RRI yang sejatinya adalah Rumah Rakyat Indonesia", pungkas Sutrisno.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00