Menteri Bahlil Pesan Puluhan Tas dan Menjadi Marketing Perajin Disabilitas

KBRN, Banyuwangi : Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memborong tas parcel dari anyaman bambu yang diproduksi oleh pengusaha disabilitas asal Banyuwangi. Hal tersebut dilakukan Menteri bahlil saatmelakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, untuk Pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan di Banyuwangi.

Selian itu Bahlil memesan tas yang sama sebanyak 20 buah setiap bulan, yang nantinya akan dipasarkan di Jakarta, dan Ia siap menjadi marketing dari Rudi Hartono pengusaha disabilitas asal kecamatan Genteng Banyuwangi tersebut.

"Kamu buat tas ini 20 setiap bulannya, nanti saya beli dan saya pajang di kantor saya, jadi kalau ada yang tanya langsung saya kasih nomor kontakmu ya," ungkap Bahlil saat berdialaog dengan Rudi Hartono.

Menurut Bahlil tas yang diproduksi Rudi memiliki kualitas baik, apabila tas ini dijual di mal bisa mencapai Rp 200.000, sehingga Ia langsung menjalin kerjasama, dan Kementerian Investasi/BKPM akan memesan 20 tas dan 30 tempat tissu tiap bulan kepada Rudi, selain itu Bahlil meminta perbankan membantu Rudi untuk mengembangkan usahanya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Tolong BRI dibantu ya, karena pasarnya sudah jelas Kementrian Invenstasi, semoga usaha Rudi bisa berkembang dan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat disekitarnya," tambah Menteri Bahlil.

Sementara itu Rudi mengaku sangat terbantu dengan pesanan tersebut, menurutnya saat ini dalam setiap bulan hanya memproduksi 10 tas saja, karena kwawatir tidak laku, namun dengan adanya pesanan dari Kementrian Investasi, Ia siap menyelesaikan pesanan tersebut, dan siap menambah karyawan, agar pesanannya bisa selesai sesuai target.

"Tas ini saya buat sendiri. Harganya Rp 50.000. Dalam satu bulan saya bisa memproduksi 20 tas, tapi karena takut tidak laku saya hanya buat 10 saja, karena semuanya saya kerjakan sendiri. Usaha ini masih baru sekitar satu tahun," kata Rudi, Jum'at (12/8/2022).

Menteri Investasi/BKM juga mengapresiasi komitmen Bupati Banyuwangi mendorong langsung pelaku UMKM, selain menggerakkan dengan berbagai program, Banyuwangi juga melakukan jemput bola untuk mengurus legalitas usaha UMKM, bahkan Banyuwangi sudah menerbitkan lebih dari 42 ribu NIB, dan menjadi yang terbanyak kedua di Jawa Timur. (sum/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar