Bahaya Radikalisme Masuk Melalui Media Sosial

Bahaya radikalisme melalui media sosial. Guna mengantisipasi hal tersebut, Bakesbangpol menggelar sosialisasi Penangkalan Radikalisme di Daeah. Kamis (11/8/2022) (Foto Istimewa)

KBRN, Situbondo: Bahaya radikalisme masih menjadi ancaman. Media sosial menjadi media yang dinilai paling efektif dalam menyebarluaskan paham radikal yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila. 

Guna mengantisipasi paham radikal yang dimungkinkan memengaruhi masyarakat khususnya Situbondo, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) setempat menggelar acara Sosialisasi Penangkalan Radikalisme di Daerah, Kamis (11/8/2022).

"Bahaya radikalisme ini masuk melalui media sosial, baik melalui whatsapp, facebook, Instagram, atau media sosial lainnya," ujar Kepala Bakesbangpol, Sopan Efendi. 

Sosialisasi melibatkan unsur organisasi masyarakat Islam yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Juga unsur mahasiswa, tim penggerak PKK kota, dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).

"Kami undang perwakilan saja. Berharap, ini juga disampaikan kepada yang lain, sehingga bisa lebih waspada terhadap ajakan dari kaum radikal," bebernya.

Sementara itu, Diana, yang menjadi salah satu narasumber dalam acara sosialiasi tersebut mengaku, kegiatan Bakesbangpol itu sesuai dengan isu kekinian yang harus menjadi atensi masyarakat di dunia maya, yaitu mewaspadai paham radikal. 

"Media sosial menjadi media yang paling efektif untuk menyebar paham radikal. Oleh karenanya, masyarakat dunia maya ini harus melek digital, untuk bijak dalam menyikapi setiap informasi di media sosial," bebernya. 

Melek digital ini penting dimiliki oleh masyarakat dunia maya, guna mengetahui dan membedakan antara informasi yang dikemas sedemikian rupa namun hoaks, dengan informasi yang benar dan tidak provokatif. 

"Hoaks itu biasanya bersifat ajakan, judulnya dibuat heboh namun tak sesuai dengan isi berita, dan menggunakan clickbait atau tautan jebakan," ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar