Pemilik Kios Pupuk Bersubsidi di Candipuro Lumajang Membantah

KBRN Lumajang : Salah satu Pemilik Kios Pupuk bersubsidi di Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang Jawa Timur membantah telah memiliki Pupuk bersubsidi ilegal dan adanya penjualan pupuk bersubsidi yang telah dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) pada para petani.

Menurut Antony salah satu Pemilik Kios Pupuk di Penanggal Candipuro Lumajang membenarkan jika Pupuk bersubsidi yang telah ditumpuk tinggi di Gudang tersebut adalah miliknya dan membantah jika pupuk Urea serta Ponska yang ditempatkan disebelah kiosnya adalah pupuk ilegal.

Pemilik pupuk mengatakan jika pupuk yang berada disebalah bangunan Kios itu merupakan pupuk daganganya akan tetapi karena kios pupuk sebelumnya dilakukan pembangunan sehingga harus dipindah tempat. 

Upaya pemindahan tempat pupuk bersubsidi dari kios ke tempat lain tersebut dilakukan sudah sesuai aturan dan sudah berkoordinasi dengan Distributor dan PPL Unit dinas pertanian setempat dan tidak ada masalah. 

"Tempat jual Pupuk atau kios dilakukan pembangunan makanya pupuk dipindahkan, kami sudah koordinasi dengan distributor dan PPL Suudi dan Arif Indra, dalam melakukan pemindahan tempat pupuk bersubsidi tersebut"Jelasnya Kamis (11/08/2022)

Antony Bagaskara pemilik pupuk juga mengatakan jika pemindahan tidak boleh melebihi radius satu kilo meter dan jika melebihi jarak satu kilo meter tidak boleh menurut aturan karena menyulitkan petani.

Pemilik pupuk bersubsidi Urea sebanyak 8 ton dan Ponska 8 ton, di Dusun Watukandang Desa Penanggal Kecamatan Candipuro Lumajang juga mengatakan jika selama ini pihaknya telah menjual urea Rp. 112.500 dan telah menjual pupuk subsidi Ponska sebesar Rp. 115.000.

"Tidak benar itu jika tidak percaya ayo datang ke Gudang jarak pindahnya hanya tiga ratus meter, saya sudah menjual harga sesuai aturan dan berijin, "Katanya

Sementara itu salah satu warga setempat berinisial A ketika dikonfirmasi sebelumnya mengatakan jika adanya dugaan penyalahgunaan pupuk bersubsidi dan pemilik kios pupuk selama ini diduga telah menjual pupuk bersubsidi melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga menyulitkan para petani yang selama ini kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ketika tanaman mereka membutuhkan pupuk.

Pada kesempatan terpisah Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) di Kabupaten Lumajang Ishak Subagio menghimbau agar Distributor dan Kios pupuk bersubsidi tidak main-main dengan pupuk bersubsidi karena pihaknya tidak akan segan untuk menindaklanjuti keranah hukum jika diketemukan terbukti melanggar. 

"Kan Kasihan masyarakat tani jika ada yang berani main-main dengan pupuk bersubsidi jika diketemukan saya tidak segan tindak tegas ke ranah hukum, untuk itu para penjual pupuk hendaknya menjual sesuai aturan karena bisa beresiko ke ranah pidana, "Pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar