Terlantarkan Anak dan Istri, Suami Dilaporkan ke Polisi

Kuasa Hukum Khoirul Anwar saat melaporkan AM ke Polres Situbondo, karena telah menelantarkan istri dan anaknya selama 1 tahun 2 bulan. Tak hanya itu, AM tak menjenguk Kholifah (istri) yang saat ini kritis di rumah sakit akibat dia ajukan cerai gugat. Rabu (10/8/2022) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo: Siti Nur Kholifah (25) warga Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ditelantarkan oleh suaminya berinisial AM yang juga warga Sumberanyar.

Ibu satu anak ini kondisinya kritis dan dirawat di RSUD Abdoer Rahem Situbondo, lantaran depresi yang berkepanjangan. Selama 1 tahun 2 bulan, suaminya tak pernah menafakahi dan menjenguknya selama itu.

"Kita melaporkan dugaan tindak pidana penelantaran terhadap istri yang dilakukan oleh AM," ujar Khoirul Anwar, Kuasa Hukum Kholifah, saat melaporkan AM ke Polres Situbondo, Rabu (10/8/2022).

Kata Khoirul Anwar, Kholifah sudah tiga kali masuk rumah sakit semenjak ditelantarkan oleh suaminya. Kliennya itu mengalami tekanan mental yang cukup berat, karena masih sangat mencintai suami yang kini tak lagi peduli kepadanya, termasuk kepada putra semata wayangnya yang masih berusia 5 tahun.

"Kholifah bersama anaknya, Moh. Sultan Arif Mujahid, diterlantarkan bahkan tak pernah dijenguk oleh AM," imbuh Anwar, sapaan akrabnya.

Kondisi Kholifah semakin drop hingga kritis, lantaran tahu suaminya melayangkan gugat talak kepada Kholifah. Kholifah sudah satu kali menghadiri panggilan gugat cerai suaminya ke Pengadilan Agama. Saat itulah kondisinya terus memburuk hingga saat ini. 

"Kondisinya memburuk setelah si suami mengajukan cerai. Sidang pertama masih dipaksakan untuk hadir. Karena istri masih sayang kepada suaminya namun si suami tetap ingin menceraikan," ungkap Anwar.

Kata Anwar, seorang suami sejatinya harus memberikan perlindungan dan menafakahi istri dan anaknya. Apalagi kondisi istrinya sedang sakit. Paling tidak AM menjenguk dan menanyakan biaya rumah sakit. 

"Oleh karena itu, kami laporkan AM ke kepolisian, menuntut keadilan," ucapnya.

Anwar menceritakan kronologi hingga Kholifah terbaring lemah di rumah sakit. Awalnya, Kolifah dan suaminya merantau ke Jakarta. Namun Kholifah meminta ijin pulang sebentar ke kampung halamannya. Dan saat ingin kembali ke Jakarta, ternyata suaminya tidak memperkenankan.

"Istrinya izin pulang sebentar dari Jakarta ke Sumberanyar. Selanjutnya tidak ada komunikasi sama sekali. Dan tiba-tiba muncullah gugatan cerai di Pengadilan Agama Situbondo, dengan perkara No. 1161/Pdt.G/2022/PA Sit," ungkapnya.

Keluarga Kholifah menuntut keadilan agar suaminya bertanggung jawab atas kondisi kesehatan yang dialami Kholifah saat ini. Apalagi, ia tinggal bersama dengan anaknya yang masih berusia 5 tahun.

"Kami, DPC Peradi Situbondo bersama Siti Nur Maya aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak, mendampingi keluarga Kholifah untuk memperjuangkan keadilan," bebernya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar