Dikunjungi Bupati, Warga Desa Kalisat Minta Perbaikan Jalan

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin (Tengah) Saat Memberikan Sambutan di Desa Kalisat

KBRN, Bondowoso : Masyarakat di Dusun Pedati, Desa Kalisat, Kecamatan Ijen meminta perbaikan jalan kepada Bupati Bondowoso, Drs. KH Salwa Arifin. 

Permintaan itu disampaikan warga Dusun Pedati saat orang nomor satu di Kota Tape berkunjung ke lokasi yang berbatasan dengan Kabupaten Situbondo tersebut pada Rabu, 6 Juli 2022 kemarin.

Bupati Salwa mengatakan, pemerintah akan merespon permintaan warga. Karena, pemerintah memiliki kewajiban dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diantaranya, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. 

"Tugas pemerintah untuk meningkatkan semuanya itu," urainya.

Ia menerangkan terkait jalan sendiri pihaknya akan mengusulkan untuk dilakukan pengerasan jalan. 

"Pengerasan dulu mungkin," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalisat, Sawito, menjelaskan, di dusun tersebut ada 180 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk ada 400an jiwa. 

Berada di perbatasan dengan Situbondo, membuat mereka harus ekstra usaha setiap hendak mendatangi pusat keramaian. 

Karena itulah, pihaknya meminta perbaikan akses jalan bagi masyarakat Dusun Pedati. 

" Mungkin itu Pak Bupati harapan kita, agar ada perhatian lebih, dan khusus bisa menganggarkan sedikit anggaran kabupaten untuk perbaikan jalan. Menuju sini butuh perjuangan. Baik segi ekonomi atau pendidikan," urainya. 

Ia menerangkan, panjang jalan seluruhnya yakni sekitar 5 kilometer. Dan telah teraspal sekitar 1,5 kilometer pada sekitar tahun 2019 menggunakan APBD Kabupaten, melalui Dinas PUPR. 

"Masih ada 3,5 km (yang perlu diaspal, red). Dari itu sebenarnya juga masih ada beberapa titik yang dicover dana desa untuk dipaving. Kalau semuanya anggaran DD tak cukup," jelasnya. 

Salah satu warga setempat, Suma'ani, mengaku senang bertemu Bupati Salwa Arifin. Ia mengatakan bahwa pertemuan dengan bupati ini dimanfaatkannya untuk meminta perbaikan akses jalan. 

Karena, jalan yang berbatu dan hanya sebagian yang dipaving membuat masyarakat harus menempuh waktu sekitar dua jam hanya untuk menuju ke sekitaran kantor Kecamatan Ijen/Sempol. 

"Kita hanya minta akses jalan diperbaiki. Kalau sudah hujan kita tak berani turun, karena licin," katanya. 

Disinggung tentang akses pendidikan, kesehatan, dan air bersih, wanita berusia 35 tahun ini mengaku semua sudah bisa dinikmati oleh masyarakat. Ambulance dan tenaga kesehatan secara rutin telah memberikan layanan. Begitu pula pendidikan dan air bersih.  (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar