Dandim 0823 Siap Mendukung Sukses Vaksinasi PMK

Dandim 0823 Situbondo, Letkol Inf Bayu Anjas Asmoro menyatakan siap mendukung sukses vaksinasi PMK. Rabu (6/7/2022) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo: Dandim 0823 Situbondo, Letkol Inf Bayu Anjas Asmoro meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk lebih gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi terhadap hewan ternak sapi dan kambing, di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Menurut Anjas Asmoro, minimnya sosialisasi sekaligus edukasi tentang pentingnya vaksinasi harus secara masif dilakukan, sehingga masyarakat terutama peternak, tidak menolak saat hewan ternaknya akan divaksin.

"Sosialisasi kurang masif. Sehingga banyak peternak yang tidak paham pentingnya sosialisasi," ujarnya dalam acara Rapat Koordinasi Penanganan Wabah PMK pada Ternak di Pendopo, Rabu (6/7/2022).

Dandim yang baru saja bertugas di Situbondo ini menyatakan siap membantu pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga tingkat bawah. Selain terkait vaksin, juga pentingnya penyemprotan kandang menggunakan disinfektan.

"Kita siap mendukung suksesnya vaksinasi. Jika ada kendala di lapangan, laporkan dan kita bantu menyelesaikan semua permasalahan," ucapnya.

Pada prinsipnya, pemerintah harus tetap memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Karena pada akhirnya, masyarakat akan memahami pentingnya vaksinasi di tengah wabah PMK. Sama halnya dengan COVID-19 yang awalnya mengalami penolakan vaksinasi saat masyarakat belum memahami pentingnya vaksin di tengah pandemi.

"Terus kita berikan pemahaman. Toh pada akhirnya mereka paham dan vaksinasi sekaligus penyemprotan kandang akan berjalan lancar," ucapnya.

Informasi dihimpun RRI, banyak peternak menolak sapinya divaksin dengan alasan ternak mereka akan akan sakit setelah divaksin. Hal ini mengakibatkan proses vaksinasi PMK terhambat. 

Pemkab Situbondo saat ini sedang melakukan vaksinasi untuk 3.100 ekor sapi. Vaksinasi menyasar sapi yang sehat yang berada di kawasan terpapar virus PMK, dan milik peternak yang berada di bawah garis kemiskinan. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar