Pemkab Situbondo Keluarkan Rp1,5 Miliar Atasi Wabah PMK

Sekda Pemkab Situbondo, Syaifullah mengaku, Pemkab Situbondo keluarkan anggaran BTT sebesar Rp1,5 miliar untuk penanganan wabah PMK. Hal ini disampaikan Syaifullah dalam acara rakor penanganan PMK di Pendopo Aryo Situbondo. Rabu (6/7/2022) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo: Untuk mengatasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Pemkab Situbondo mengeluarkan biaya tidak terduga (BTT) sebesar Rp1,5 miliar. 

Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah Pemkab Situbondo, Syaifullah. Katanya, pihaknya sudah mengeluarkan BTT untuk penanganan wabah PMK agar tidak semakin meluas. 

"Kita sudah keluarkan BTT untuk penanganan PMK. Dari BTT masuk ke anggaran dinas dan bergeser ke kegiatan yang ada di dinas," ujarnya kepada RRI, Rabu (6/7/2022). 

Kata Syaifullah, saat ini dana tersebut sudah terealisasi melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) dan sudah mulai digunakan untuk pengadaan obat-obatan dan lainnya yang dibutuhkan menangani wabah PMK. 

"Sudah terealisasi melalui Disnakkan. Sudah dibuat pengadaan, seperti beli obat dan lainnya," ucapnya.

Syaifullah mengatakan, dana BTT ini bisa bertambah jika wabah PMK semakin meluas. Pemkab siap mengucurkan dana tambahan, sebab anggaran BTT masih tersisa Rp18 miliar.

"Anggaran BTT tersisa Rp18 miliar. Dana itu juga buat jaga-jaga penanganan COVID-19," tutupnya.

Pantauan RRI. Pemkab Situbondo melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat mencatat populasi hewan ternak di Situbondo sekitar 200 ribu ekor, baik sapi, kambing, maupun domba. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.889 ekor terpapar virus PMK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar