DKS Situbondo Patenkan Kesenian Tari Remo Tresnawati dan Landhung

Trisnawati saat menerima Sertifikat Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum dan HAM. Senin.(4/7/2022) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo: Dewan Kesenian Situbondo (DKS) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mematenkan kesenian Tari Remo Tresnawati dan Tari Landhung untuk dicatatkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM).

Ketua Dewan Kesenian Situbondo (DKS), Edy Supriyono mengaku, sertifikat Surat Pencatatan Ciptaan dari Kemenkum HAM telah diserahkan kepada Ibu Trisnawati warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, sebagai pencipta Tari Remo Trisnawati.

"Tari Remo ciptaan Bu Tris ini sudah diajarkan di sejumlah jurusan seni perguruan tinggi. Oleh karena itu, kami mengupayakan terbitnya surat pencatatan hak cipta, sehingga tidak ada pihak yang mengklaim secara sepihak," ujar Edy Supriyono, di Situbondo, Selasa (5/7/2022).

Kata Edy, Ibu Trisnawati sudah sejak lama mengurus surat pencatatan hak cipta Tari Remo dan dikawal langsung oleh Divisi Tari Dewan Kesenian Situbondo, hingga akhirnya sertifikat tersebut dikeluarkan Kemenkum HAM.

"Alhamdulillah perjuangan Dewan Kesenian Situbondo berhasil dalam mengurus surat pencatatan hak cipta ini. Kemarin sudah diserahkan kepada Ibu Trisnawati," katanya

Selain Tari Remo, Tari Landhung yang merupakan karya seni bersama juga dipatenkan oleh Dewan Kesenian Situbondo sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) sebagai bentuk perlindungan para seniman tentnag karya seninya.

"Sejak awal DKS punya kepentingan untuk memberikan perlindungan hukum kepada seluruh seniman di Kabupaten Situbondo agar hak seninya tidak diklaim orang lain," ucapnya.

Edy menambahkan, Tari Remo Trisnawati bukan hanya populer di Kabupaten Situbondo, namun sudah menjadi bahan ajar atau mata kuliah pada bidang kesenian di beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar