Pemkab Situbondo Melakukan Vaksin Ribuan Sapi Antisipasi PMK

Petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan Situbondo, sedang melakukan vaksinasi hewan ternak atasi wabah PMK. Selasa (28/6/2022) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo: Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mulai melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk mengatasi wabah PMK. Vaksinasi dimulai Selasa (28/6/2022) hingga 2 Juli 2022.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Situbondo, Holil, mengaku mendapatkan alokasi vaksin sebanyak 3.100 dosis. Dan sudah didistribusikan ke 17 kecamatan secara proporsional.

"Tidak semua desa mendapat alokasi vaksin. Karena kuota vaksin kita terbatas," ujar Holil kepada RRI.

Holil menyebut, populasi ternak di Situbondo mencapai sekitar 260.000 ekor. Sedangkan untuk mencapai kekebalan kelompok agar angka kesakitan dan kematian ternak akibat PMK bisa ditekan, maka 70 persen atau sebanyak 185.000 ekor sapi maupun kambing harus divaksin.

"Salah satu cara yang efektif mengatasi wabah PMK yaitu dengan vaksinasi," ucapnya.

Holil mengaku, vaksin tahap pertama diprioritaskan untuk sapi potong dan sapi perah. Selain itu, vaksinasi diutamakan bagi peternak miskin dan daerah yang terpapar PMK.

"Bagi yang ternaknya belum mendapat vaksin, jangan hawatir karena kita sudah mengajukan vaksin tahap kedua," bebernya. 

Vaksinasi tahap pertama, akan tercatat melalui aplikasi laporan kesehatan hewan yang dilakukan oleh petugas Disnakkan Situbondo. Hewan ternak yang tercatat tersebut, secara otomatis akan menerima vaksin lanjutan atau vaksin dosis kedua.

"Vaksin tahap pertama ini, kita sekaligus melalukan pendataan sesuai NIK pemilik ternak, untuk kepentingan vaksinasi lanjutan," ungkapnya.

Holil meminta kepada peternak yang ternaknya belum divaksin, agar bersabar. Sebab pemerintah akan melakukan vaksin hingga mencapai 70 persen atau sebanyak 185.000 ekor sapi, untuk mencapai kekebalan tubuh.

"Bagi peternak yang sapinya belum divaksin, hendaknya bersabar, karena kita akan melakukan vaksinasi hingga mencapai 70 persen," tegasnya. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar