Politeknik Negeri Jember Kembangkan “START-UP” Popok Pintar Smart Edu-Clod

KBRN, Jember - Sebagai bentuk hilirisasi Program Pengembangan Start-up, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, Dan Teknologi - Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi  telah memfasilitasi dan membina salah satu produk unggulan hasil riset Politeknik Negeri Jember berupa popok kain pintar yang disebut Smart Edu-Clod.

Pada umumnya balita merasakan ketidaknyamanan ketika menggunakan popok dalam kondisi basah dalam waktu lama karena dapat menyebabkan timbulnya masalah kesehatan seperti terjadinya ruam popok, iritasi kulit disekitar alat kelamin balita, dan infeksi saluran kencing. Cara terbaik untuk menghindari masalah kesehatan yang umumnya ditemui pada balita ini ketika menggunakan popok adalah dengan mengganti popok sesegera mungkin setelah balita mengeluarkan kencing atau mengeluarkan air besar. Selain itu, orang tua atau pengasuh anak terkadang lupa atau tidak memeriksa sesering mungkin kondisi popok balita mereka sepanjang hari.

Untuk mengatasi permasalahan ini dikembangkan Produk Smart Edu-Clod dimana produk ini merupakan popok kain atau cloth diaper (clodi) pintar berbasis kearifan lokal yang dilengkapi dengan sensor dan aplikasi yang terhubung ke perangkat smartphone.

“Sensor yang kami kembangkan ini dapat mendeteksi ketika balita sedang pipis atau buang air besar di popok. Sensor yang berukuran seperti uang logam tinggal diletakkan di dalam kantung yang tersedia di popok. Tinggal menghubungkan ke smartphone, orang tua atau pengasuh balita dapat mengetahui kapan balitanya pipis dan kapan sebaiknya harus mengganti popok”, ujar Egy, CEO pelaksana Program Start-Up Smart Edu-Clod ini saat ditemui di Kampus POLIJE.

Untuk mengembangkan program Start-Up ini di kalangan Mahasiswa Politeknik Negeri Jember, juga dibuat popok kain yang memiliki desain budaya lokal Indonesia atau mengangkat kearifan lokal sehingga memiliki ciri khas tersendiri, berbeda dari popok kain yang kebanyakan di jual di pasaran. “Saat ini, kita coba angkat budaya lokal wilayah Jember dan Banyuwangi dalam bentuk karakter-karakter anak yang harapannya dapat menjadi ikon dari produk yang kita kembangkan. Bahan baku clodi ini juga kita peroleh dari sekitaran Jember dan Banyuwangi ”, ujar Egy dengan nada gembira.

Dalam pelaksanaan pembinaan program Start-Up ini telah dilakukan berbagai kegiatan meliputi: 1) produksi sensor; 2) produksi clodi kearifan local; 3) pengembangan aplikasi Android Smart Edu-Clod; 4) pameran tingkat local dan tingkat provinsi Jawa Timur; 5) penyediaan web profile dan layanan purna jual; 6) pengembangan sumber daya manusia dan bisnis; 7) legalitas hukum;, dan  8) penambahan mitra Kerjasama penjualan produk dan penyediaan bahan baku produk.

“Dari hasil pameran baik tingkat lokal maupun tingkat provinsi yang kita ikuti, masyarakat sangat antusias dan tertarik untuk membeli produk kita, bahkan banyak tawaran yang masuk untuk menjajaki sebagai reseller produk”, ujar Egy dengan penuh semangat menjelaskan.

Diharapkan setelah terlaksanakannya program pengembangan Start-Up ini, menjadi batu loncatan untuk memasarkan lebih luas Produk Smart Edu-Clod ini ke masyarakat Indonesia dan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. (jho/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar