Jelang Idul Adha Pemkab Banyuwangi Perketat Pengawasan Ternak

KBRN Jember : Pemkab Banyuwangi mengeluarkan regulasi mengatur penjualan hingga tempat pemotongan hewan kurban, Bahkan Pemkab Banyuwangi akan mengeluarkan sertifikat hewan ternak bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak yang sedang mewabah saat ini.

“PMK ini tidak hanya ada di Banyuwangi mungkin juga di wilayah yang lain dan perkembanganya PMK ini lumayan cepat, akan tetapi masyarakat diharapkan tidak perlu panik dalam menanggapi virus hewan yang saat ini menyerang ternak di masyarakat . Diharapkan masyarakat tidak boleh takut karna penyakit ini tidak menular kepada manusia”. Ungkap Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuwangi Nanang Sugiharto kepada RRI. Jumat (24/06/22)

Indonesia yang pernah diserang wabah PMK pada tahun 1983 silam, Lantas dengan berbagai usaha vaksinansi dan lain sebagainya dan dibantu dengan negara tetangga pada akhirnya indonesia dinyatakan bebas dari wabah PMK pada tahun 1986. Pada tahun 1990 barulah badan dunia urusan kesehatan hewan OIE menyatakan bahwa Indonesia bebas PMK.

Dirinya juga menambahkan bahwasannya Mendekati Hari Raya idul Adha banyak hewan yang rentan terkena adanya PMK diantara yaitu Sapi, kambing atau Domba, pihaknya meminta ke dinas kesehatan secara aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat. Empat Belas hari menjelang Idul Adha menjadi masa karantina sudah terapkan untuk mengantisipasi penyebaran wabah PMK. Satu hari sebelum dilaksanakan pemotongan, akan ada tim Medis yang mengulangi pemeriksaan antimortem sebelum proses pemotongan, kemudian sebelum di bagikan ke masyarakat tim medis akan memeriksa ulang posmortem pada daging untuk melihat apakah layak dikonsumsi dan diberikan kepada masyarakat.(jho/dyt).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar