Peningkatkan Kualitas Hidup KPM, Melalui Sekoper PKH

KBRN, Bondowoso : Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus berupaya untuk melaksanakan program-program yang berpihak pada masyarakat. Terutama setelah melewati masa pandemi yang berlangsung sama dua tahun terakhir ini.

Bupati Bondowoso, Drs KH Salwa Arifin mengatakan, permasalahan sosial yang muncul akibat pandemi Covid-19 seperti diantaranya adalah, melumpuhkan sendi-sendi perekonomian, angka kemiskinan bahkan pernikahan dini kian meningkat.

" Perkawinan anak meningkat, hal ini tentunya bertentangan dengan program pemerintah mengenai pendewasaan usia perkawinan," katanya, Rabu (25/5/2022).

Menurutnya, banyak masyarakat yang menganggap dengan menikahkan anak mereka, akan mengurangi beban ekonomi keluarga. Tanpa menyadari bahwa itu akan membuka permasalahan lain yang lebih rentan.

Salah satunya kata dia, munculnya keluarga miskin baru, kemungkinan anak yang mengalami stunting karena usia ini yang belum cukup umur dan kurangnya pemenuhan gizi anak dan ibu.

“Hal ini tentunya menjadi tugas kita bersama. Bukan hanya pemerintah, namun juga masyarakat dan segenap perangkat pemerintah terkait,”ungkapnya.

Kata Bupati Salwa, adapun salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan peningkatan kapasitas perempuan. “Mengapa perempuan, karena perempuan adalah tonggak keluarga. Apabila seorang ibu memiliki pengetahuan yang memadai, tidak menutup kemungkinan akan tercipta keluarga sehat harmonis dan mandiri,” urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB), Anisatul Hamidah mengaku sangat prihatin dengan kondisi pernikahan dini di Bondowoso.

“Setelah kami tanyakan karena mereka tidak sekolah, nganggur di rumahnya, seharusnya tidak nganggur. Mungkin karena pergaulan terpaksa dilakukan nikah dini,” tandasnya. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar