Merasa Terganggu, Puluhan Warga Petung Protes Bau Kandang Ayam

Puluhan Warga Desa Petung Saat Mendatangi Kantor Camat Curahdami
Kondisi Kandang Ayam Yang Diprotes Oleh Warga Desa Petung

KBRN, Bondowoso : Puluhan warga Desa Petung, Kecamatan Curahdami, Bondowoso melakukan unjuk rasa, terkait keluhannya terhadap bau yang disebabkan kandang ayam milik warga setempat, Selasa (24/5/2022).

Adapun, lokasi kandang yang dikeluhkan oleh warga memang jaraknya sangat dengan rumah warga, bahkan ada kandang ayam yang tak sampai mencapai 10 meter. Padahal berdasarakan aturan, jarak minimal kandang dengan pemukiman 500 meter. Hal itu tentu membuat bau yang ditimbulkan dari kotoran ayam, sangat menyengat dari rumah warga.

Koordinator Aksi, Arbain Nawawi mengatakan, bau menyengat dari kotoran ayam petelur merupakan salah satu alasan warga menggelar unjukrasa. Terlebih bau tersebut juga diduga mengakibatkan sejumlah warga mengalami gangguan pernafasan. 

"Ketika kontrol ke beberapa dokter. Kemungkinan salah satunya disebabkan polusi udara dari bau menyengat itu," jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya menegaskan meminta pemilik peternakan ayam, untuk memindangkan kandangnya ke tempat yang jauh dari pemukiman. Agar bau yang ditimbulkan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat. Terlebih selama beberapa tahun, mereka merasa dirugikan. 

"Itu merugikan kami, secara jasmani dan rohani," cetusnya.

Dikonfirmasi di tempat yang sama, Kepala Desa Petung, Guntoro mengatakan selama ini peternak yang dikeluhkan oleh warga memang tidak mengikuti prosedur yang ada. Serta tidak mengajukan perizinan termasuk persetujuan dari warga setempat. Bahkan pemberitahuan ke pihak desa juga ditegaskan belum ada. 

"Kalau gak ada keluhan dari masyarakat. Dianggap tidak ada keresahan dari masyarakat," katanya.

Beruntung setelah dipertemukan dua belah pihak, masyarakat dan pemilik peternakan ayam petelur. Menurut Guntoro, aksi demonstrasi berakhir damai, serta dapat mengahsilkan suatu keputusan yang dapat diterima semua pihak. Yakni peternak diberikan kesempatan selama enam bulan untuk tetap menempati kandangnya. 

" Tapi, setelah itu mereka harus memindahkan kandang yang dikeluhkan," lanjutnya. 

Kesepakatan juga dibubuhkan dalam perjanjian hitam diatas putih. Ditandatangani oleh perwakilan warga, peternak, kepala desa dan unsur terkait lainnya. Bahkan jika ada yang melanggar kesepakatan, maka jalur hukum akan menjadi penentu. Apalagi dari perwakilan pihak Polsek Curahdami sudah menyampaikan, kalau salah satu tidak mengindahkan hasil musyawarah. 

" Maka kita proses jalur hukum mungkin sama masyarakat," pungkasnya. (san/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar