APTRI: Harga Tebu Rp65.000 per kuintal petani untung

Pabrik Gula (PG) Asembagus di Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berharap para petani tebu di Situbondo memasok tebu ke PG Asembagus untuk memaksimalkan kapasitas giling 6.000 ton per hari. (Foto istimewa)

KBRN, Situbondo: Harga tebu di tingkat petani saat ini mencapai Rp60.000 per kuintal. Harga ini dinilai oleh Asosiasi Petani Tebur Rakyat Indonesia (APTRI) Pabrik Gula (PG) Asembagus Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mampu menguntungkan petani tebu. 

Sekretaris APTRI PG Asembagus Kecamatan Asembagus, Muhammad Fauzi mengaku, sebagai lembaga asosiasi yang melindungi para petani, pihaknya membuat kesepakatan harga bersama PG Asembagus. Sehingga muncul harga Rp60.000 per kuintal tebu. Bahkan, PG Asembagus sanggup membeli Rp65.000 jika tebu dalam kondisi bersih dari solang, tanah dan lainnya.

"Saat musim giling tiba. Kami bersama PG Asembagus menentukan jadwal tebang, termasuk melakukan negosiasi harga tebu. Tahun ini, PG Asembagus membeli hingga Rp65.000 per kuintal, dengan catatan tebu bersih tidak ada solang, tanah atau kotoran lainnya yang memberatkan timbangan," ujar Fauzi.

Fauzi mengatakan, PG Asembagus memberlakukan sistem pembelian tebu. Harga tebu langsung dibayar dan harganya adalah kesepakatan bersama antara PG Asembagus dan APTRI PG Asembagus. Sebenarnya harga ini masih kurang tinggi, namun karena PG Asembagus masih memberikan reward dengan membeli Rp65 ribu per kuintal, maka itu dinilai fair.

"Sebenarnya harga ini masih kurang, tapi PG masih memberikan reward  ketika petani menimbang bersih, tidak ada tanah, dadu, solang bisa dihargai Rp65.000 per kuintal," tegas Fauzi.

Katanya, dengan harga Rp60 ribu per kuintal, petani masih diuntungkan sekitar 40 persen dari modal, jika lahannya milik sendiri. Namun jika masih sewa lahan, maka keuntungannya sangat tipis, yaitu sekitar 20 persen dari modal penanaman tebu. Sebab modal menanam tebu per hektar bisa mencapai Rp30 juta. 

"Kalau lahannya masih sewa, keuntungannya bisa berkurang. Karena harga sewanya tinggi, yaitu sekitar Rp15-20 juta per hektar. Belum lagi biaya tanam, jadi keuntungannya tipis," ungkap Fauzi.

Fauzi bilang, satu hektar lahan bisa menghasilkan hingga 700 - 1.000 kuintal. Bahkan jika lahannya subur dan perawatannya istimewa, bisa tembus hingga 1.500 kuintal. Petani akan semakin diuntungkan dengan perawatan yang baik, ditopang dengan tanah yang subur.

Fauzi berharap, petani tebu di wilayah PG Asembagus bisa menjual hasil tebunya ke pabrik milik pemerintah itu. Agar revitalisasi yang sudah dilakukan pihak PG Asembagus bisa bekerja maksimal, yaitu bisa menggiling tebu 6.000 ton per hari.

"Kami tidak membatasi petani mau menjual tebunya kemana. Namun kami berharap, semua petani bisa menjual tebunya ke PG Asembagus, agar revitalisasi yang sudah dilakukan PG Asembagus bisa bekerja maksimal," tutupnya. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar