Cegah PMK, Banyuwangi Bagikan Vitamin Ternak dan Gencarkan Surveilans

KBRN, Banyuwangi : Merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, di sejumlah daerah, membuat pemerintah Kabupten Banyuwangi, mulai mengambil langkah antisipasi. Sebagai langkah awal, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyuwangi, langsung, menyebar surveliand untuk memantau kesehatan ternak milik warga.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyuwangi, M Khoiri mengatakan, sampai saat ini di Banyuwangi belum ditemukan ternak milik warga yang terpapar PMK, dan sebagai langkah antisipasi petugas terus menggencarkan surveilans serta pemberian vitamin dan mineral pada hewan ternak.

""Surveilans terus dilakukan oleh petugas, keliling ke sentra-sentra ternak dan pasar hewan juga, dan Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada kasus ternak milik warga yang terpapar PMK," ungkap M Khoiri, Kamis (19/5/2022).

Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiarto mengatakan, mulai 7 hingga 18 Mei, telah dilakukan surveilans seklaigus pemeriksaan pada ribuan hewan ternak resiko, dengan rincian sapi 2.173 ekor, sapi perah 157 ekor, kambing 924 ekor, domba 813 ekor, kerbau 18 ekor,  babi 13 ekor.

“Hasilnya tidak ditemukan gejala PMK pada hewan ternak, setelah diperiksa para peternak langsung diberi vitamin mineral, dan  obat cacing." kata Nanang, Kamis (19/5/2022).

Untuk memproteksi hewan ternak di Banyuwangi tidak terpapar PMK, pemerintah setempat menerapkan kebijakan untuk sementara waktu tidak mendatangkan  hewan ternak dari luar Banyuwangi. (sum/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar