ASBII Situbondo Sampaikan Tiga Tuntutan Buruh

Ratusan massa demonstran yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh Independen Indonesia (ASBII) Kabupaten Situbondo menggelar aksi di depan Kantor DPRD, dalam rangka memperingati May Day 2022. Sabtu (14/5/2022) (Foto Diana Arista)

KBRN, Situbondo: Ratusan demonstran yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh Independen Indonesia (ASBII), menggelar aksi di Kantor DPRD Situbondo, Sabtu (14/5/2022), dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day.

Ada tiga tuntutan yang disampaikan demonstran yaitu menolak Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menolak atau setidak-tidaknya tidak melakukan perbuatan hukum penggabungan, peleburan, pengambilalihan, atau pemisahan PTPN Group dengan cara Divestasi yang merugikan pekerja, masyarakat dan pengalihan aset BUMN dengan cara melawan hukum.

Serta meminta kepada Pemda dan DPRD yang punya kewenangan untuk menjaga keberlangsungan lapangan pekerjaan yang ada, baik di daerah dan pusat, di Lingkungan PTPN Grup, terkait dengan Restrukturisasi dan Divestasi bisnis PTPN Grup, dimana sudah ada tiga pabrik gula di BKO di Situbondo, dan enam pabrik gula di Jawa Timur.

"Kami harapkan Nota Aspirasi ASBII - PTPN XI ini bisa disampaikan ke pusat, dan untuk Disnaker agar melakukan pengawasan terkait pengupahan perusahaan bisa sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK)," ujar Koordinator Aksi, Fitroh Haryadi.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Situbondo, Kholil, menemui para demonstran dan menyampaikan pesan Bupati Situbondo, Karna Suswandi yang berhalangan hadir. Bahwa Bupati akan menemui Menteri BUMN guna menyampaikan aspirasi para buruh di Situbondo, agar tidak melakukan restrukturisasi Pabrik Gula (PG) Situbondo. 

"Bupati juga akan mencari solusi terkait restrukturisasi agar tidak merugi. Dan akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan ASBII," ucapnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, Sahlawi mengajak ASBII untuk bermusyawarah dengan Komisi IV sebagai mitra Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terkait aspirasi buruh. Hasil musyawarah itu akan disampaikan kepada pemerintah pusat pada saat kegiatan di Jakarta. 

"Dalam waktu dekat kami ada kegiatan bersama pemerintah pusat di Jakarta. Apa yang menjadi aspirasi para buruh ini, akan kami sampaikan," ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Situbondo AKBP Andi Sinjaya, mengapresiasi aksi ASBII yang menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan damai, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas di jalur pantura dan menjaga kondusifitas. 

"Tugas kami menjaga keamanan dan memastikan aksi ini berjalan tertib. Sebagai bagian dari Forkopimda, peran kami juga untuk membela kepentingan rakyat, termasuk kaum buruh," ujar Kapolres di hadapan ratusan buruh.

Bahkan, Kapolres berjanji akan membantu berkomunikasi dengan Menteri BUMN Erick Thohir, tentang aspirasi buruh tersebut, agar menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan sesuai dengan tiga hal yang menjadi tuntutan para buruh. 

"Akan kami bantu komunikasikan dengan pemerintah pusat, apa yang menjadi aspirasi para buruh ini," tutup Kapolres.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar