Tekankan Ketersediaan Kopi Khas Bondowoso Dalam Proyek Ijen Geopark

Foto : Ilustrasi Kopi Bondowoso

KBRN, Bondowoso : Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus melalukan pembenahan jelang kedatangan tim asesor Unesco Global Geopark (UGG) pada 8-13 Juni 2022 mendatang. Dimana saat ini persiapan tersebut telah menyentuh angka 80 persen.

Dalam membawa bendera wisata di kancah internasional tersebut, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menekankan tentang ketersediaan kopi khas Bondowoso. Seluruh penjual minuman di kawasan Ijen Geopark wajib menyediakan varian kopi produksi lokal. Bukan kopi saset yang sudah lumrah dijual di pasaran. 

" Itu akan mendongkrak reputasi Bondowoso sebagai salah-satu penghasil kopi terbaik. Jangan sampai toko-toko minuman yang ada di daerah kawasan Ijen justru yang dijual bukan kopi asal Bondowoso," tegasnya, Jumat (13/5/2022).

Selain ketersediaan kopi unggulan Bondowoso di setiap penjual minuman, beberapa aspek yang menjadi pekerjaan rumah adalah pengelolaan sampah, serta hal yang paling urgen adalah perbaikan jalan menuju beberapa objek wisata. 

"Tadi itu sudah saya perintahkan supaya langsung segera dibenahi. Tadi Pak Anshori (Sekdin Dinas PUPR, red), minggu depan sudah mulai running untuk garap itu (Pengaspalan menuju wisata Blawan)," kata Wabup Irwan.

Sementara terkait adanya sampah kubis di beberapa titik menuju wisata ijen, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP kecamatan diminta melakukan patroli untuk mencegah mobil pengangkut kubis buang sampah di pinggir jalan. 

"Saya dua minggu lagi rencana ngecek lagi, hasil dari sekarang. Karena minggu depan sudah dilakukan pembangunan. InsyaAllah dalam kurun waktu dua minggu lagi sudah selesai," tegasnya.

Tim asesor Unesco Global Geopark (UGG) dijadwalkan akan melakukan penilaian Ijen Geopark pada 8-13 Juni 2022 mendatang. Ada lima titik yang akan ditinjau oleh tim assesment. Yaitu Kawah Wurung, Kluncing, Lava Plalangan, pemandian air panas Blawan dan Paltuding.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar